September 3, 2026
Hello again...
February 19, 2017
Super mumet dengan nhw #4.
Assalamualaikum.
Hari ini hari terakhir ngumpulin deadline nhw #4. Dan saya baru ngerjain. Udah mulai kendor semangatnya. Ditambah kerjaan yg ga kelar2. Makin molor ngerjain nhwnya.
Tema minggu ke 4 adalah.
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
A. Flashback ke NHW#1. About something that I choose to concern. Saya memilih untuk memilih jurusan ilmu untuk bagaimana agar disayang orang2 d lingkaran kehidupan. Dimana lingkaran kehidupan terdekat saya adalah keluarga, sekolah (anak didik) dan lingkungan. Dan insyaallah saya masih tetap memilih jurusan itu.
B. Now, flashback to NHW #2. Ada apa disana? Ada checklist2 di tiap tahapan. Sudahkah saya melaksanakannya? Sudah. Konsisten gak? Hmmm.. enggak. 😭 mungkin lbh tepatnya belum. Masih terus berusaha. Semoga ttp bs istiqomah.. hiks. Sedih rasanya belum bs memenuhi planning yg dibuat sendiri.
C. Time to flashback NHW #3. Dan inilah point paling susye. Semua jadi terlihat susah, huhu.. Jadi apa kira2 tujuan Allah menciptakan saya?? Jeduaarrr.. saya pun sulit menjelaskannya. Saya juga masih bertanya2 apakah saya bermanfaat bagi orang di lingkaran kehidupan saya? Sungguh.. berat pertanyaan ini saya jawab. Saya mencoba sebisa mungkin memberikan manfaat sebanyak2nya bagi orang d lingkaran kehidupan saya.
Misi hidup :
1. Memberikan manfaat bagi suami, sebagai penyelaras hidup. Bersinergi untuk membesarkan anak2 kami sebagai orang tua, teman, penasihat dan partner.
2. Memberikan manfaat bagi anak. Sebagai agen perubahan. Mendewasakan anak dengan landasan Islami yang selaras dengan kehidupan dan seimbang dengan tuntutan jaman.
3. Memberikan manfaat bagi anak didik saya. Sebagai guru, pemberi ilmu yang bermanfaat bagi mereka. Mengajarkan ilmu tahap dasar yang bisa bermanfaat untuk kehidupan mereka. Memberikan ilmu etika dan sopan santun.
4. Memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Mencoba untuk berbagi ilmu2 yang saya punya agar bisa sama2 memberi dan menerima ilmu. Agar bisa sama2 berbenah ke arah yg lbh baik.
Bidang : ilmu menjadi multitalenta
Peran : sebagai guru dan murid
D. Ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
1. Bunda Sayang : ilmu yang berkaitan dengan cara mendidik anak dengan cara pembiasaan. Bagaimana mendidik anak pada era masa kini. Sehingga sebagai orang tua, bisa aware dengan perubahan jaman. Berbekal ilmu Al-Quran, agar selalu berada dalam lindungan Allah Sang Maha Pencipta.
2. Bunda Cekatan : Ilmu yang berkaitan dengan bagaimana membangun rumah tangga yang tangguh, solid dan berilmu.
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar pengembangan bakat, untuk bisa menjadi penunjang finansial dalam keluarga. Dalam hal ini adalah ilmu pengembangan bakat menjahit, menjadi guru les privat sehingga bisa menghasilkan uang.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang segala hal yang diketahui untuk diberitahukan kepada tetangga2. Sehingga ilmu lebih barokah. misalnya saja ilmu menggunakan barang bekas yang bisa digunakan kembali
D. Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) :
Saya harus mengaplikasikan ilmu2 parenting kepada anak saya, dan membuat suami saya terlibat penuh dalam pengasuhan anak.
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) :
Saya harus selalu mengetahui apa yang sukai dan tidak disukai oleh suami saya. Dalam hal apapun. Begitu pula dengan anak saya. Saya harus menjadi yang pertama mengetahui apa bakat anak saya. Saya harus bisa mengetahui kapan anak saya merasa nyaman atau tidak.
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : saya harus menghasilkan beberapa karya menjahit baik itu untuk dipakai sndiri atau bisa dijual kepada orang lain.
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : saya bisa menyampaikan ilmu mengenai reuse and recycle barang2 yang sudah tdk terpakai kepada teman2 dlingkungan rumah.
Sekian
Saya mumet. Hihi
Dikerjakan.untuk memenuhi NHW #4
February 11, 2017
NHW #3. Teruntukmu para pelengkap hidupku.
Assalamualaikum.
Udah nhw #3 aja nih.
Materi minggu ini adalah 'membangun peradaban dari dalam rumah'.
Membangun peradaban dr dalam rumah.
As we know, lingkaran terdekat kita d dalam rumah adalah keluarga yg terdiri dari suami dan anak dan kita sendiri, lalu lingkungan sekitar kita.
First.
Surat cinta kepada suami.
Saya memilih merangkai surat cinta untuk si ayah dan mengirimkannya melalui whatsapp. Panjang lebar nulis dengan sok2 romantis gitu. Begitu dikirim, ga lama suami lari kecil ke kamar, dimana saya berada. Lalu saya digencet, iya..di gencet, bukan dipeluk. Hahaha. Dipeluk sih tapi sambil di gencet juga. Trus diciumin sambil bilang 'sayang bunda'. Dan saya balas 'sayang ayah juga'. Lalu.... si ayah bertanya 'nda...itu copy paste??'. Jeduaaaarrr!! Huahahahha.. saya jawab sambil sebel tp pengen ngakak 'enak ajaaa.. aq bikin sendiri tauuuu!'. Kata si ayah 'abis tumben pake kata 'aq' biasanya pake 'aku'. Gubraakk... akhirnya malah ngakak berdua sambil cubit2an. Kyknya nulisnya terlalu romantis tapi terlalu umum dan kurang spesifik menyangkut kita. Jd dikira copy paste deh. Haha.. cukup seneng dengan tanggepan ayah. Hal sepele, tp bikin seneng. I love you more, ayah raisa...
Second.
Memetakan potensi anak.
Raisabella. Biasa dipanggil Raisa. Dia dulu membahasakan dirinya dedek Ica. Tapi skrg udh bs bilang 'laisa' dan sedang belajar ngmg huruf 'R'. Haha..apasih..
Raisa adalah pembelajar, peniru ulung. Dia bisa menirukan apa saja yang dia lihat pada ayah bundanya. Dia juga punya daya ingat yang cukup oke. Karena saya ngajar TK, dan dia saya bawa setiap hari (karena gada yg bs dititipi selain dia juga ga bisa dititipkan), jadi semua yg saya ajarkan di sekolah malah dia lebih hafal drpd murid d sekolah. Terutama yang berbau lagu2 dan hafalan. Mulai dari surat al-fatihah, surat2 pendek (meskipun pengucapannya belum bener 100%), jumlah nabi n rasul, rukun iman, rukun islam, smp gimana cara Bundany ngajar pun ditiruin sama dia. Kadang d rumah, bonekany yg jd muridnya, dia jd gurunya. Saya jadi ngakak sendiri dengernya. Brrti saya kalo ngajar sperti itu ya.. 😂😂
Tak pernah terbayang dia bisa jadi seceriwis sekarang, sepintar sekarang, se-berani sekarang. Jika saya flashback tahun2 pertamanya, jauuuh dari dia yg sekarang. Dulu, dia adalah anak yang suka sekali menangis. Mulai dari bayi. Dia adalah anak yang 'bau tangan' bundanya banget. Kalo ga Bunda ya gamau, sampai d gendong Ayahnya aja gamau. Bundanya sampe suka kesel sendiri gbs ngapa2in. 😁😁😁
Lalu, beranjak besar, dia susah bertemu org baru. Setiap ad org baru nyapa, dia lgsg nangis kenceng. 😒 Sampe kadang Bundanya yg malu, kasian sama org yg nyapa. Saya, hanya bisa berdoa setiap saat, setiap saya merasa kenapa anak saya begini, kenapa anak saya begitu. Saya berdoa kepada-Nya. Memohon agar saya diberi kesabaran, memohon agar dibantu mendidik anak dengan benar, memohon agar saya bisa terus membantu anak saya untuk tumbuh dengan baik. Laahawlaa walaa quwwata illabillah. Tidak ada pertolongan kecuali datangnya dr Allah. Skrg Raisa tumbuh mnjadi anak yg ceria sekali, pintar, daya ingatnya tinggi, sudah ga setakut dulu saat bertemu org baru, walo kadang ya bikin kesel. Hihi. But, anyhow, i love you full nak.. to the moon and back.
Third.
Potensi diri sendiri.
Ini nih. Yang susah. How to give the value to my ownself??? Masak iya ya kita menilai diri kita sendiri. But let me try...
Saya adalah org yang banyak sekali ide. Tapiii... saya suka males realisasinya. 🙈🙈🙈🙈🙈 Idenya udh ngumpul buanyaaak, eksekusinys jarang. Atau kadang udh niat eksekusi, tapi d tengah jalan hasilnya ga sesuai atau susah, udah deh, lgsg brenti saat itu juga. 😝payah ya.. dan dari situ saya niat, saya butuh mengeksekusi 1 ide tiap minggunya. Semoga saya istiqomah. 💪💪😅😅😅
Saya suka menjahit. Tapi lagi2, mood swing. Kalo pas dtg moodnya, bisa jadi tuh 1 baju. Tapi klo moodnya ilang2an, 1 baju aja bisa berbulan2. 🙈🙈🙈😂😂😂
Saya juga suka mengajar. Menikmati profesi yg baru 8bln ini saya lakukan. Menemukan arti berbagi yg sesungguhnya. Berbagi ilmu kepada anak didik. Meskipun kadang kesel, karena anak didiknya susaaah bgt dibilangin, anak didiknya cukup menguras energi gurunya, tapi i really enjoy it.
Lalu saya akan menuliskan potensi saya menurut suami saya. Ketika saya tanyakan kepada suami saya apa potensi saya, jawabannya ad 4 poin.
Saya yg kreatif, pandai ngurus rumah, dan didik anak. Si ayah bilang bahwa dia suka kaget kalo Raisa bisa hafalan sebanyak itu. Jadi dia ga khawatir ntr adek2nya Raisa pasti jg bisa. 😆😆
Saya yang jago ngatur duit. Jatah tiap bulan udah di atur sedemikian rupa untuk pos2nya. Dan selalu cukup adalah hal yang digarisbawahi oleh si ayah. Ya cukup dong yah, kan kadang aq minta makan d luar, kadang belanja d supermarket pake uang ayah, jd jatahnya yg d pos2 cukup2 aja. Hihihi... aq ini cerdas juga lho yah.. 😂😂😂😂
Saya yang sabar karena sabar ngadepin si ayah yg sering bikin kesel. Hihi. Iya bingit sih... kadang keseeeel banget, tp ya bawa tidur aja. Ntr juga sembuh sendiri.
Saya yang ga neko2 alias sederhana. Si ayah bilang ga neko2 karena kalo di ajak ngemol, ad barang lucu, trus lihat harga. Kalo mahal banget, lgsg aja saya tinggalin. Dan di ayah udh paham, 'knapa nda? Mahal ya?'. Haha.. trus si ayah suka ngeliat tuh harganya. Nawarin saya 'mau nda? Beli aja gapapa'. Mungkin si ayah merasa mampu membelinya, tapi tetep aja saya merasa 'gak ah'. Kecuali emang butuuuh bgt... hehe. Tenang yah...dompetmu aman kok. Aq ga hoby shopping yg mihil2.. 😂😂😂
Mungkin itu semua potensi saya. Banyak juga ya tnyata.. hehe
Fourth.
Tantangan di lingkungan sekitar.
Ini juga nih. Yang menarik untuk dibahas.
Lingkungan sekitar? Tantangan? Banyaaaaaaaaaak.. let's describe how huge it was.
Lingkungan saya adalah para mahmud2 kece nan keren. Tetangga2 saya adalah orangtua2 muds yg umurnya berkisar antara 25-30an. Ada sih yg udh senior tp jiwanya masih muda. Mamah2 ini rata2 punya anak kecil. Bilanglah umurnya mulai dr yg masih bayi sampe anak yg kelas 5sd. Ada yang anaknya udh 3, ada 2, ada juga yg masih 1. Rame? Jelas. Tiap siang atau sore hari rame suara teriakan mereka yg sedang bermain.
Naaah.. tantangannya berkaitan dengan ini nih... Saking banyaknya anak2 'belia' ini, diantaranya adalah anak didik saya di sekolah. Dimana saya tau, keseharian mereka, baik d rumah maupun d sekolah. How they play, how they get socialize, how they talk to each other, how they talk to older people, how their behaviour at school. Dan semuanya membuat saya berpikir 1000x untuk melepas anak saya bermain dengan mereka. Seperti kata bijak, jika bergaul dengan penjual minyak wangi ya akan tertular bau wanginya. Tapi jika bergaul dengan tukang sampah ya akan kena bau sampahnya. Cukup menantang sebenarnya. Bagai 2 sisi mata uang. Anak saya butuh bersosialisasi untuk keberlanjutan masa depannya, tapi lingkungan anak2nya lebih banyak yg 'minus' menurut saya. Apalagi pemberitaan di luar sana yg cukup bikin serem. Ga tenang rasanya hati ini untuk melepas anak saya di lingkungan ini. Saya harus terus ada di sampingnya saat dia berada di luar rumah. Demi kebaikan anak saya. Selain itu, saya juga berusaha menyediakan media bermain yg bisa dia mainkan di dalam rumah. Sehingga bisa meminimalkan dia bermain d luar rumah. Keluar rumah ya saat saya bisa menemaninya di luar rumah. Semoga saya tidak salah mengambil langkah ini. Karena jujur memiliki anak perempuab di era ini membuat saya cukup deg-deg-an melihat perkembangan zaman yg seperti ini. Bawaannya bisa takut, curiga, serem2 sendiri. Semoga juga saya bisa selalu khusnudzon sama Allah, sebaik2nya penjaga para umatNya.
Semoga Allah selalu meridhoi, menjaga dan melindungi saya, suami saya, anak2 saya, keluarga dan lingkungan saya.
Aaaaamiin.
Disusun untuk memenuhi NHW #3.
Institut Ibu Profesional
IIP karawang_bekasi batch #3.
Karawang, 12 februari 2017 (beberapa jam sebelum deadline).
Wassalamualaikum...
February 3, 2017
NHW #2 how to be a professional mother..
Assalamualaikum.
Fiuh. Baru bisa tuntas ngebaca materi minggu kedua beserta NHWnya, beserta diskusinya. Minggu yg cukup keteteran karena masih dalam rangka ngajar sendirian karena guru 1 masih cuti pulkam. Sebulan ngajar sendiri cukup menyita waktu (apa saya yg males ya? Hehe).
Minggu kedua.
Talk about 'how to be a Professional Mother'.
Aww...
Sejatinya semua ibu itu keren. Multitalenta. Pintar. Hebat. Gimana ga, Ibu kan kudu setrong, ga boleh sakit. Kalo sakit suami dan anak jadi g keurus, rumah berantakan, dapur ga ngebul. Trus, kudu pinter. Kalo anak lagi GTM, gimana Ibu ga dituntut untuk pinter buat ngolah makanan biar anak mau makan..? Multitalenta? Jelas. Kudu bisa benerin saluran mampet, pasang gas sendiri, ngisi token listrik, dan lain2.
See...?
Nah. Tapi... disamping hal2 itu semua, butuh belajar, butuh latihan, butuh trial and error buat bisa jadi 'Ibu Professional'.
Dimana Ibu dituntut untuk berperan, di rumah sebagai istri dan ibu, serta di lingkungan sekitarnya. Seperti topik matrikulasi minggu kedua kemaren, bahwa tahapan menjadi ibu profesional adalah
1. Bunda sayang, dimana seorang ibu kudu disayang oleh suami dan anak2nya sebagai prioritas utama
2. Bunda cekatan, dimana ibu kudu pinter ngatur rumah tangganya
3. Bunda produktif, ibu juga kudu punya misi spesifik tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai istri dan ibu
4. Bunda shaleha, dimana ibu juga kudu bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Lalu...berkaitan dengan NHW #2, maka ada baiknya kita kerjakan pelan2. 😉
Tugasnya adalah :
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Kalo dikaitkan dengan NHW #1, jadi lumayan bingung mau bikin 'jembatannya' biar nyambung. NHW #1 nentuin jurusan, jurusan yg dipilih adalah 'bagaimana disayang orang2 di lingkaran kehidupan'.
Sebagai individu :
Saya, saat ini memiliki tugas sebagai guru TK. Dimana saya, dituntut untuk menjadi 'orang tua' bagi murid2 saya di sekolah. Saya otomatis juga harus belajar ilmu parenting, yang diterapkab bukan hanya kepada anak sendiri, tp juga anak2 murid saya. Tugas sebagai guru saya maknai dengan tugas yang cukup mulia. Saya yang tidak pernah punya basic guru sama sekali dipanggil menjadi tenaga pengajar. Saya mengiyakan, dengan ijin suami, dan kata2 suami adalah : monggo. Niatkan saja untuk memajukan lingkungan sendiri. Maka, saya niatkan juga untuk berbagi ilmu, untuk membantu anak2 d lingkungan sendiri untuk menjadi lebih maju. Maka apa yang kudu saya lakukan demi membuat saya disayang anak2 murid saya?
- saya harus membaca konsep2 parenting untuk anak usia dini setidaknya 1 materi dlm sehari
- saya harus terus bersinergi dengan orang tua murid demi menjadikan anak2 didik saya menjadi anak yg berhasil. Setidaknya saya harus berbincang dengan mereka 1 bulan 1 kali.
- saya harus terus 'PDKT' dengan anak didik saya agar mereka merasa nyaman dengan saya dengan cara berkomunikasi secara halus dengan mereka dalam tiap harinya
- saya harus terus mencari metode2 untuk dijadikan referensi mengajar dengan fun. Setidaknya, dalam 1 bulan, saya bisa menemukan metode yang berbeda.
Sebagai istri :
As a wife, saya bertugas untuk menyenangkan suami, baik lahir maupun batin. Dengan menyenangkan suami, insyaallah Ridho Allah akan menyertainya. Apa ya yang harus saya lakukan?
- saya harus mencium (dan dicium) suami saat bangun pagi, krna ini sumber kekuatan saya 😍😍😍
- saya harus terus meneruskan kegiatan 'peluk bareng-bareng' dan 'cium bareng2' kepada suami, yg dilakukan bersama anak.
- saya harus terus mengingatkan diri sendiri untuk menghubungi suami di sela2 kerjanya setiap hari (ini sering lupa karena terhanyut oleh kerjaan rmh dan anak. 😭😭😭😭
- saya harus sudah selesai mengerjakan pekerjaan sebelum suami pulang kerja
- saya harus lebih sering memasak masakan kegemaran suami setidaknya dalam seminggu ada 3x makanan favoritnya
Sebagai Ibu :
Menjadi ibu dr anak yg hmpir menginjak 3th, kadang dibuat seneng, kaget, bete smpe kesel di ubun2. 😂😂😂😂 ya namanya anak2, kadang bikin seneng, tp kdg ya bikin kesel. Kira2 apa yg kudu saya lakukan untuk menemani tumbuh kembangnya? Apa yg harus saya lakukan agar disayang anak?
- menekan serendah2nya emosi diri agar tidak menggunakan intonasi yang tinggi. Setidaknya saya harus mengambil nafas dalam setiap dia berbuat hal yg bikin sebel.
- saya harus menemaninya bermain saat dia membutuhkan saya
- saya harus selalu memeluknya saat akan tidur setiap harinya
- saya harus membimbingnya mengaji setiap hari
- saya harus sering mengajaknya melakukan kegiatan di luar rumah (bersepeda, jalan2 ke alam) setidaknya seminggu 1x.
- saya harus menyediakan buah2an favoritnya dlm seminggu setidaknya 3x
So..
mungkin sekian dulu checklist kegiatan saya.
Entah itu dikit atau banyak. Yg jelas nglakuinnya perlu niat yang cukup teguh. Perjuangan yang cukup membutuhkan ketetapan hati. Hahay. Lebay.
Semoga saya bisa melakukan apa yang saya tentukan sendiri. Demi disayang oleh orang2 kesayangan.
Bismillah
Disusun untuk memenuhi NHW #2
Institut Ibu Profesional batch #3
Karawang_Bekasi
Karawang, 3 februari 2017
January 25, 2017
Completing NHW #1 IIP Batch 3 'adab menuntut ilmu'
Assalamualaikum...
Hellow epribadi. Baru aja pulang ngajar, nyampe rumah kepala agak nyut2an sedikit. Leyeh2 bentar, kepikiran NHW. NHW?? Apaan tuh? NHW adalah Nice Homework. Bahasa keren dari PR alias pekerjaan rumah.
Kenapa saya kudu ngerjain NHW? Hal ini berkaitan dengan bergabungnya saya dengan Institut Ibu Profesional yg kece ituuhh.. Namanya juga menuntut ilmu, aplikasinya ya ngerjain NHW ini. Sebagai konsekuensi dari ilmu yg sudah didapat, ya kudu di aplikasikan dong ya.
Apa NHW-nya?
Fine.
Mari sedikit membahas tentang materi pertama yg kita dapat kemarin. Materi yg pertama kami dapet adalah "Adab Menuntut Ilmu".
Adab.
Semua kegiatan pasti ada adabnya kan? Makan ada adabnya. Harus dengan tangan kanan, harus sambil duduk. Bersilaturahmi pun jg ada adabnya. Mengetuk pintu 3x, mengucapkan salam, masuk rumah jika sudah dipersilahkan. Nah.. otomatis, belajar atau menuntut ilmu juga harus ada adabnya doong. Adab terhadap diri sendiri, adab terhadap pemberi ilmu, dan adab terhadap sumber ilmu.
Nah...berkaitan dengan hal tersebut maka let me try to explain my NHW.
Kehidupan adalah ibarat sebuah universitas. Universitas punya banyak jurusan, begitu pula kehidupan. Bedanya, dalam kehidupan, kita sendiri yg menentukan jurusan ilmu kehidupan yg bakal kita jalani. Kita yg nentuin, kita juga yg bakal ngejalanin. Yang nilai juga kita sendiri. Sukses ga nih ngejalaninnya? Sejauh mana progressnya? Hanya kita yg tau dan bagaimana set the value untuk progress and resultnya.
Jurusan yg saya pilih?
Hmmm. Agak susah sih ya menspesifikkannya. Bingung karena banyak yg sepertinya mau d capai. Tapi, yang ingin saya capai adalah 'menjadi disayang orang2 di lingkaran kehidupan'.
Ilmu terdekat yang ingin saya dalami adalah mengenai pekerjaan baru saya sebagai seorang guru. Dengan basic seorang lulusan teknik, lalu banting setir jadi seorang guru TK. Maka saya rasa saya harus belajar banyak mengenai disayang anak didik, selain disayang suami dan anak yg menjadi prioritasnya.
Jujur aja, saya ga punya basic guru sama sekali. Hanya saja, ibu saya dan ibu mertua saya adalah guru. Merekapun sama seperti saya, basicnya bukan pengajar. Ibu saya sarjana pertanian, ibu mertua saya sarjana ekonomi. Tapi justru dari mereka saya belajar bahwa jadi guru itu paling penting niatnya. Niatkan untuk kebaikan org banyak, terutama anak2 generasi muda sehingga insyaallah Ridho Allah pun bisa kita dapatkan. Bukankah membagi ilmu itu adalah sebuah pahala? Dengan berkaca pada ibu dan mertua saya, maka saat saya diajak untuk menjadi seorang guru di lingkungan perumahan saya, saya niatkan saja seperti itu. Suami pun mengatakan hal yang sama. Niatkan untuk pendidikan anak2 d lingkungan kita. Jadi, makin semangatlah saya menjadi guru bagi anak2 generasi muda di lingkungan saya.
Karena berhubungan dan berinteraksi dengan anak2 kecil yang sedang berada dalam tahap transisi pengenalan kehidupan pra sekolah, maka saya harus banyak menggunakan insting saya sebagai seorang ibu. Mereka adalah anak2 saya, anak2 yg dititipkan dan dipercayakan pada kami, orang tua di sekolah. Sehingga saya, harus banyak belajar bagaimana menjadi 'orang tua' yang bijak bagi anak didik saya. Saya harus belajar bagaimana menyayangi anak2 didik saya, dan juga bagaimana menjadi guru yg disayangi oleh mereka.
Pekerjaan saya saat ini bermanfaat ganda. Saya bisa mengajari anak2 murid saya di sekolah juga bisa sekalian mengajari anak saya yg belum waktunya masuk sekolah. Karena anak saya, Raisa (2y23mo) setiap harinya ikut saya mengajar di TK. Lumayan,, dua tiga pulau terlampaui. 😁
Lalu bagaimana strategi saya untuk menuntut ilmu mengenai hal tersbut? Seperti banyak dikatakan sebelumnya. Belajar itu bisa dimana saya, kapan saja dan dalam hal apa saja.
Membaca.
Banyak baca tentang ilmu parenting. Karena menjadi guru juga harus bisa ilmu parenting. Tidak hanya diaplikasikan ke anak sendiri, tapi juga kepada anak didik.
Banyak bertanya.
Sumber ilmu saya mengenai hal ini antara lain adalah ibu saya sendiri, ibu mertua saya, tetangga/rekan saya yg juga jadi kepala sekolah TK yg sama dengan saya mengajar. Selain itu ada pula teman2 saya yang sudah memiliki anak yg telah berada di bangku TK. So, bertanya bukan berarti kita bodoh kn? Bertanya adalah hal mulia untuk selalu 'mengisi gelas' kita.
Belajar dari kehidupan sekitar
Banyak belajar dari lingkungan sendiri. Banyak melihat apa yg terjadi di sekitar kita. Bagaimana orang memperlakukan anaknya, lalu bagaimana kondisi anak2 di sekeliling kita. Dari situ kit ajuga bisa belajar bukan? Orang pintar belajar dari kesalahan sendiri, tapi orang cerdas belajar dari kesalahan orang lain. 😉
Dengan hal seperti itu, maka sebagai 'orang tua' di sekolah maupun d rumah, saya harus banyak berbenah. Harus menjadi lebih banyak membuka mata, membuka telinga mengenai pendidikan anak usia dini. Harus banyak bertanya, berdiskusi, bertukar pikiran mengenai tumbuh kembang anak usia dini. Harus banyak membuka wawasan apa saja yang sedang terjadi di luar sana, agar saya bisa memberitahukan kepada anak2 saya apa yang baik dan apa yang buruk. Harus lebih banyak berlatih bagaimana berkomunikasi yang baik dengan anak2. Dan yang paling pentinh, harus terus menjadi lebih baik dalam menyampaikan ilmu, agar ilmu yg saya dapat menjadi lebih barokah, ilmu yg saya sampaikan menjadi manfaat, sehingga baik saya dan penerima ilmu saya mendapat ridho Allah SWT.
Sekian dari saya.
Semoga selalu bermanfaat.
Wassalamualaikum. WR. WB.
(Disusun untuk memenuhi NHW #1)
#IIPBATCH3
#INSTITUTIBUPROFESIONAL
#AREAKARAWANG-BEKASI
#MELITAIFFAHARTDIANTI
#ADABMENUNTUTILMU
Rabu, 25 Januari 2017
May 31, 2015
Dikagetkan oleh Den Ayu
Belajar meracau tiap hari.
Haha, ga banget sih kata2nya. Mau meracau aja pake belajar. Ya biar selalu ada jejak lah ya d tiap hari, biar ada kenangan. Ntar biar ada yg dibaca kalo udh tua, bisa inget2 kan jadinya.
Oke, hari ini cuman mau meracau ttg kejadian yg dipersembahkan Den Ayu.
Jadiiii....
Gobyos malem2 dipersembahkan oleh kunci rumah yang menghilang sejak tadi pagi. Yang diinget cuman kmrn malem abis ngunci pintu, Raisa menuju pintu dan berharap diajak keluar. "Gaboleh ya, udah malem", kataku. Sempet liat Raisa ngambil kunci di t4 biasa naruh kunci, dan dibawa2 ke pintu, kuncinya diarahin ke lubang kunci (meski belum nyampe). Setelah itu lupa apa terjadi. Setelah maghrib Ayah sibuk nyariin, semua dibongkar, Bunda pun demikian. Sampe galau2 sendiri,,tempat sampahpun dibongkar. Hampir semua penjuru rumah d obrak-abrik. Sampe akhirnya.... begitu d dapur, buka lemari piring, jeng..jeng...si kunci ada di dlm salah satu kotak makan yg ad d lemari. Jadi, den ayu sekarang udh bs bikin teka-teki dengan menyembunyikan barang. Mungkin dia mangkel kali ya, ga dibolehin keluar. Jadi, pelajaran buat Ayah Bundanya adalah, siapin kunci serep, yang banyak!!haha... lantas, barang2 yg sekiranya penting, kyknya perlu selalu diawasi, jgn smp hape, kunci2 lain, dompet ntr mendadak raib dan berada d tempat2 yg tdk semestinya. Hahhaha..
Kejutan kedua terjadi sebelum tidur malam. Jadi, seperti biasa, Den Ayu ngeberantakin kamar. Maklum, anak kreatif, kerjaannya selalu bikin 'kreatifitas'. Adapun kotak2 yg isinya pulpen, stabilo, dan adapula modem nyempil dsitu. Lantas, mendadak di ambillah si modem. Dan Den Ayu melangkah menuju arah laptop ayah, dan berusaha nancepin si modem d samping laptop. Wow!! Padahal udh lama juga ga pake modem itu, but she's still recognize and record what she watched before, walopun itu udh lama. Wow, Bunda takjub Kak.. sampe nowel2 Ayah ngasitau kebisaan Den Ayu yg baru...
KAMU KECE, KAK..
Haha..
Sekian. Dan markitid.
*kelonDenAyu
*tapiDenAyumasihpecicilan
@melifART
May 27, 2015
Fashion for Aidil
^السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات
Wuhuuu...lagi2 long time no update.
Udah makin ga sempet klo update yg panjang2 macem nulis blog. Si den ayu alias #kakakraisa udah makin gede, udah makin banyak maunya, udah maunya ditemenin mulu. Jadi deh emaknya kudu bnr2 lbh byk fokus ke den ayu *lalu di gamblok den ayu
Hmmm....
Aroma Ramadhan sudah mulai mendekat. Iklan syrup di tipi juga udah mulai seliweran. Iklan2 yg lain jg udh mulai mendadak islami semua . Jadi, udah siap menyambut Ramadhan?? Totally yes!
Ramadhan kali ini pasti lbh berbeda.
Berbeda karena den ayu sudah makin gede. Udah makan sendiri. Udah bikin Bundanya pecicilan ksana kmari. Bismillah, bantu Bunda ya Kak. We can pass this!
Ngmg2 Ramadhan, ga jauh2 pasti bakalan ngomongin Idul Fitri nih. Dan setiap Idul Fitri akan tiba, pasti bakal bingung buat milihin hadiah buat Ibu-Bapak, Mama-Ayah dan Oom2nya Raisa. 2 tahun yg lalu si masih bisa keliling2 Pasar Baru Bandung krn Raisa belum ada. Sekarang, mikir2 deh mau belanja ksana ataupun Tanah Abang, sambil bawa den ayu dan puasaan pula. Oh..gak gak gak kuat... Bisa jebol puasa saya, kalo harus gendong, ngebuntutin klo dy lg pgn jalan.
Tapiiii...untungnya nih, udah ada teknologi! Saking canggihnya, kita ga perlu susah2 desek2an, panas2an d pasar kalo mau belanja. Namanya? Online shopping. Dan salah satu solusi online shopping yg trusted n branded adalaahhhh ZALORA!! Koleksi buat lebarannya dooonk.. kece bangeett,, sampe bingung deh milihnya.
Khusus untuk lebaran kali ini, pengen bgt beliin mukena buat Ibu n Mama (mertua). Dan pilihannya di ZALORA bagian mukena banyak bangeett, bisa banget mau milih sesuai kebutuhan. Mau milih sesuai warna favorit sampe milih sesuai budget juga bisaaa.... so, buruan dipilih yuk.
Naah..buat Bapak, Ayah dan Oom2nya Raisa, kayaknya juga ada pilihan juga lho. Ada pilihan2 yg pasti bikin lelaki2 itu makin keren di hari lebarannya. Bingung deh milih yg mana...
So, tunggu apa lagi?
Mau cari kebutuhan lebaran lainnya?
Cuss deh ke page-ny ZALORA EDISI LEBARAN. Semua ada disana! Dan.. selamat pusing milihnya ya...hihi.
*melesat ke zalora
*semoga ga bingung milih
Withlove,
@melifART
January 13, 2015
Ketakutan seorang saya..
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Siang yang cukup windy. Langit mendung, dan entahlah apakah akan turun hujan atau tidak. Setidaknya sudah cukup lega karena cucian udh kering (ini emak2 banget ya..haha).
Lgi santai, main sama #kakakraisa yg lg jadiin bundanya kuda2an. Hari ini cuman ngeprint gambar kucing buat Raisa, dan dia excited bgt. Sempat d oret2 pake pensil warna, trus berakhir dengan d uwel2. Masih belum bikinin mainan baru lagi buat Raisa. Belum terealisasi, manajemen waktu Bundanya masih acakadut. (Nulis ini sambil Raisanya belajar berdiri sendiri smbil joget2 n bawa2 flashcard gambar ayahbunda,Нĭ°°~нĭ°°~нĭ ~°° ).
Hari ini banyak melihat dan membaca sesuatu yg membuat saya banyak berpikir. Sepagi tadi, sempet liat video yang sepertinya rekaman sembunyi2 atau cctv entah saya gapaham. Tapi yg jelas, isi videonya bikin saya nangis, bikin saya tiba2 lgsg ngeliatin Raisa yg lg tidur dan lgsg menciuminya. Garis besarnya adalah entah itu d negara mana, yg jelas bahasanya asing, bukan d Indonesia tampaknya. Lokasinya seperti di daycare, atau TK gitulah, karena ada kondisi dimana ada pembimbing (saya membahasakannya seperti itu ya), dan ada beberapa anak kecil sekitar usia 2-3tahun, usia toddler lah. Dalam video itu, ada kondisi dimana anak2 kecil itu dipukul, diguncang2 bahunya sampai kepalanya maju mundur dengan cepat, lalu ada pembimbing (wanita, berusia sekitar 25thn) menyuapi anak2 lalu anak tersebut di pukul2 punggungnya, tak cuma 1 kali. Setelah itu ada pembimbing yg lain menampar bocah kecil yang sepertinya sedang nakal, lalu di tarik bajunya dan d omeli lalu d pukul kembali. Ada kondisi juga dimana pembimbingnya berniat memasukkan salah satu anak kecil tersebut ke dalam toren air (yg buat nampung air) namun si anak meronta2. Dan selebihnya saya putuskan untuk berhenti nonton videonya. Ga kuat.
Ya allah, setan apa yang merasuki para pembimbing ituuu?
Apa salah anak2 kecil itu?
Sudah separah itukah kehidupan ini? Sehingga seorang pembimbing pun tega melakukan hal2 keji macam itu?
Daycare ato sekolah dan semacamnya adalah tempat dimana seharusnya anak mendapatkan pendidikan. Yang mendidik, yang mencerdaskan, yang memajukan. Tapi kenapa kasus semacam ini makin hari makin banyak???
Adilkah ini bagi anak2?
Seketika itu saya menangis.
Menangis karena masih sering ga sabar sama #kakakraisa.
Masih sering marah2 kalo dia rewel.
Masih sering kelepasan gigit pipinya karena gemes (wkwkwkw)
Ya Allah nak, Bunda minta maaf banget ya.
Takut.
Benar2 sebuah ketakutan yang bagi saya cukup beralasan.
Sudah banyak kan kasus macam ini? Dimana kasusny d sekolah, dan korbanny adalah anak2.
Gimana emak2 macem saya ga takut ngeliat hal2 kyk gitu? Sekolah itu harusnya kan tempat paling aman untuk mempercayakan anak dibimbing, dididik, dibina. Bukan tempat kriminal. Bukan tempat orang jahat kan? Tapi kenapa makin kesini orang makin tega? Apa nasibnya anak2 nanti? Anak2 saya? Gimana????? Sebuah pertanyaan yang mungkin akan terjawab hanya oleh waktu..
Raisa, Rasa2nya bunda harus selalu bersyukur.
Bersyukur masih bisa selalu ada tiap menit detiknya sama kamu.
Masih full ngASI kamu.
Masih jd orang pertama yg tau perkembangan terbarumu.
Masih jadi orang yang selalu kamu cari saat km takut, senang, bahkan saat kamu marah.
Dan Bunda akan selalu jadi seperti itu Kak....
Bunda emang sekolah tinggi, Kak. Bunda juga pernah ingin kembali bekerja, dengan harapan membantu Ayah untuk memenuhi kebutuhan kita. Tapi seketika keinginan itu pupus Kak. Bukan karena Bunda ga mau ataupun ga mampu. Tapi karena Bunda tetiba teringat kamu dan masa depanmu. Bunda ga tega kalo kamu harus berada di tangan orang lain yg gada hubungan darah sama kita Kak. Karena Bunda ingin bertanggung jawab atas masa depanmu, bertanggung jawab atas titipan yang Allah udah kasih dan percayakan.
Bunda udah ga peduli lagi dengan ijazah yang sekarang juga tersimpan rapi di rumah Uti di Malang sana. Bunda udah ga peduli klo ada orang tanya : lulusan S1 kok jadi Ibu Rumah Tangga? Karena akan Bunda jawab : Ibu Rumah Tangga jg punya tugas untuk mendidik, mencerdaskan dan memajukan anak2nya. Bunda ga peduli dengan muka yang makin lusuh karena ga pake perawatan lagi. Bunda ga peduli kalo baju Bunda juga itu2 aja karena Bunda lebih suka beliin buat kamu, Kak (sampe Ayah sering nanya : Bunda ga beli sekalian?hihi). Bunda juga lebih suka ngeliat rumah berantakan gara2 kamu suka mainan (its all about that mess, wkwk).
Tapi tetap selalu ajarkan Bunda untuk sabar ya Kak. Selalu ingatkan Bunda kalo Bunda salah.
Kamu harus jadi wanita yang kuat, Kak.
Kamu harus jadi wanita yang tangguh, Kak.
Jadilah anak yang selalu taat pada Allah dan patuh pada Ayah-Bunda.
Dunia dimana kamu akan besar ini, sedang dalam kondisi yang luar biasa menakutkan, jika kamu salah ambil jalan.
Semoga selalu dilindungi اَللّهُ ya Kak.
Bunda akan membantu sebisa Bunda.
Bunda akan selalu ada untuk kamu.
Semua yang ada di pikiran Bunda saat ini cuma buat kamu, Kak..
I LOVE YOU, RAISABELLA..
I LOVE YOU, AYAH ALFANI..
Yg mencintai kalian,
Bunda
June 17, 2014
#kakakraisa dan perjalanannya
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tiba2 terlintas d pikiran nulis ttg #kakakraisa. Dan nemu topik yang pas. Raisa dan perjalanannya.
Raisabella Fakhirah Alfita.
Anak cewek saya, baru aja menginjak umur 4 bln. Tapi, jangan salah. Sudah cukup banyak ni perjalanan yg dilakukan bayi r bln ini. Haha. Bayi dulu kykny masi blm boleh deh ya kluar2 jauh gitu sblm 6 bln gt. #kakakraisa donk..udah sampe kemana2.
Umur 1 minggu.
#kakakraisa udah diboyong ke rumah Akas-Umeh-nya d Turen. Dijemput sama Akasnya pz pulang ngajar. Karena terhitung masi bayi banget lah ya, jadi #kakakraisa mah tidur sepanjang perjalanan Malang-Turen. Jadi emaknya ga terlalu rempong lah ya. Meskipun emaknya kakinya bengkak segede gaban tapi kalo #kakakraisa-nya adem ayem sih aman lah..
Umur 2 minggu.
Balik lagi k rumah Uti-Kung-nya d Malang. Dan masih byk boboknya. Aman sejahtera nyampe d rumah Bundanya d Malang lagi.
Umur 2 bulan (kurang sehari).
Perjalanan jauh #kakakraisa dimulai. Rutenya adalah Malang - Bandung naek kereta, lanjut Bandung - Karawang naek mobil. See? Masi umur 2 bulan udah lintas propinsi aja ni bocah. HªhªhªhªHªhª =)) º°˚˚° . Selama perjalanan naek kereta, syukur alhamdulillah #kakakraisa ga terlalu rewel. Ya krn waktu itu masi seringnya ngajak begadang, jadi malem2 d kereta #kakakraisa malah melek ombo (lebar, red). Jadi Bundanya yang nahan ngantuk dgn susah payah. Ayahnya? Sukses pules. Cuman mulet2 n melek bentar pz aq minta bantuan ini-itu. Dini hari, jm 3-an, #kakakraisa mulai ngringik. Udah d gendong smbil berdiri ttp gamau. Akhirnya jalanlah Bundanya ke bordes (bener ga tulisannya? Itu nah, sambungan kereta yg ada toiletnya). Eh, si #kakakraisa lgsg bobok. Maka dapat disimpulkan dia kedinginan d dlm. Ga lama ayahnya dateng nemenin (part yg ini bnrn so sweet bgt ni ayahya raisa,haha). Setelah nyampe Bandung, mampir rumah Yangyut-nya #kakakraisa dulu. Siang jam 1 baru lanjut k Karawang. Perjalanan ke Karawang pun dilalui dengan sukses. Anteng2 aja. Subhanallah pokoknya. Nyampe Karawangpun #kakakraisa juga ga rewel. Ah..Bunda bersyukur banget kak, kamu emang bersahabat. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Umur 2,5 menjelang 3 bln.
Kalo yang ini ceritanya jalan2. Yap! #kakakraisa heading to Bekasi. HªhªhªhªHªhª =)) º°˚˚° ke Bekasi doang aja bangga. Eya kudu donk! Ceritanya liburan wiken. Pz kebetulan onty Enji maen k Karawang. Jadi kita nyewa mobil, jalan2 k Bekasi. Rencananya adalah merealisasikan rencana jaman Bundanya masi pacaran sama Ayah, buat maen ke Bekasi Town Square (yang baru diketahui mallnya ga serame yang kita bayangkan). Selama perjalanan #kakakraisa fine2 saja. Nyampe lah kita di BTS. Masuklah kita ke parkiran entah lantai berapa. Bgitu turun mobil, kita2nya mau solat. Udah mulai ngringik tu #kakakraisa-nya. Masih bisa ditenangin kita2 gantian solat. Eh ga brapa lama nangisnya makin kenceng. Banget. Panik, akhirnya saya minta ayahnya Raisa buka pintu mobil n nyalain ACnya. Maksudnya mau nenenin dulu. Eh #kakakraisa gamau lho dinenenin. Makin panik lah kondisinya. Trus d dlm mobil ttp berusaha buat nenangin dia. Agak lama, akhirnya tenang. Lagi, kita ajak dia turun mobil. Tenang...sampe pintu mall. Cetaarr! Nangis lagi lah dia. Malah lebih kenceng. Langsung kita balik badan. Balik lagi ke mobil, dab masi blm bs ditenangin. Tuhaann...kenapa dia? Finally ayahnya bilang : "yuk pindah parkiran. Nyari yg d luar aja ya. Ntr klo masi nangis kita pindah mall". Setelah itu pindahlah kita k parkiran yg ad d luar. Jeng..jeng.. dan Raisa-pun senyum2. Turun mobil,masi ttp senyum2. Sampe akhirnya kita keliling2 mall, makan dan balik k mobil pun dia anteng. Jadi..jadi...tadi #kakakraisa kenapa pun masi jadi pertanyaan yg mgkin jg ga bakal nemu jawabannya. HªhªhªhªHªhª =)) º°˚˚°
Umur 3 menjelang 4.
#kakakRaisa menjajal Jakarta! Ceritanya adalah dateng di acara Family Day yg diadain kantor ayahnya. Berhubung ni anak kadang gbs diprediksi, akhirnya sepakat sama ayahnya buat pinjem mobil aja dan ga ngikut rombongan yg naek bis. Jadi klo sewaktu2 rewel bisa lgsg cuss. Berangkat jm stgh6 pagi. Di perjalanan dianya tidur. Nyampe Ancol, baru bangun. Sampe acara selese, anteng. Dikerubutin temen2 ayahnya jg anteng2 aja. Keliling wahana di Ocean Dream Samudra pun anteng dan tidur. Pz nonton wahana underwater show, ayah bundanya udh H2C aja, nyari2 lokasi pintu keluar. Jadi, pokoknya klo nangis, langsung menuju pintu keluar. Haha, parno abis. Soalnya wahana ini d ruangan yg lampunya dimatiin pz show. Trnyata, terselamatkan oleh lampu2 led yg gerak2 d atas. Jadi, #kakakraisa sibuk ngliatin lampu, bukan shownya! Terimakasih ya Allah ...hehe. Dan alhamdulillahnya, sampe perjalanan pulang (dan sempat macet bntr d tol dakot krn ujan), Raisa ga rewel. Ya nangis2 kecil krn haus atopun bosen. Tapi, the result is : AMAN! :*
Jadi...besok berpetualang kemana lagi kita Kak?
Lebih gede kamu, semoga perjalanan kita makin jauh ya Kak.
Eksplor dunia ini bareng ayah bunda (dan nanti mgkin bareng adek2 jg,haha ).
Sehat ya Kak.
Love you...
June 5, 2014
MENDIDIK ANAK WANITA (Share and Copy Paste)
Siang yang cukup mellow. Suasana hati yang tidak menentu. Entah karena apa.
Siang-siang iseng ngepet a.k.a nge-Path and visit a friend's Path.
Dan nemu postingannya dia yang cukup bagus. Bukan dy yang nulis, tapi share tulisan yang dibuat oleh Bendri Jaisyurrahman.
And it's about,,
Life is like a RAINBOW .melifart.
June 4, 2014
#kakakraisa 3 month old
Lagi2 long time no sambang2 blog.
Karena apa? Karena saya sedang menjalani masa2 indah bersama si pipi bakpao, Raisabella Fakhirah Alfita a.k.a #kakakraisa.
Berhubung gabisa tiap bulan update (lebih tepatnya nulisin blog), maka updatean tentang #kakakraisa akan di rapel 3 bulan sekali ajah. Itupun kalo ga lupa. Haha.
#kakakraisa, 3 bulan.
Bulan pertama yang saya habiskan di Malang, masih terasa ringan karena masih ada Ibuk-Bapak, dan Ayah-Mama (kadang juga ad oomnya klo lagi di rumah Mama) yang ngebantuin ngejaga, nggendong, nemenin #kakakraisa. Jadi kadang saya masih bisa keluar rumah, beli keperluan bayi lah, ke bank lah. Selama ditinggal si kakak ditinggalin ASIP d rumah. Bulan pertama si kakak alhamdulilah berkembang secara baik, berat badan normal, karena mimik ASInya kuat. Alhamdulillahnya saya diberikan rejeki ASI yang cukup untuk #kakakraisa. Meski gak melimpah ruah, tapi insyaallah cukup untuk kakak. Kadang aja masi sempet di pompa untuk stok ASIP. Alhamdulillahnya lagi rejekinya si kakak ni melimpah, dalam artian, banyak yang njenguk, banyak yang doain, dan banyak kadonya. Hahaha.. Jelas donk emaknya bersyukur. Setidaknya bisa spend money dikit laah.. *happyface*.
Di awal2 minggu, si kakak ini nangis kejer kalo waktunya mandi. Mungkin dingin kali ya, batinnya dia. Raisa juga pernah mengalami fase "gak mau ditaruh", jadi all of the day is gendong day (uopo ae..). Jadilah emaknya gendong si kakak, siapin bantal di kursi, lalu tidurlah emaknya sambil gendong Raisa, dan sambil duduk di pojokan kursi sampe pagi, sampe bangun2 Raisanya udah agak njomplang posisinya dari gendongan. Baru pz subuh diambil alih Uti-nya dan emaknya tidur lagi walo cuman bentar. Hihi.
Berhubung masi d kampung halaman, otomatis saya bagi waktu antara ada di rumah Uti-Kung-nya dan Umeh-Akas-nya Raisa. Walo banyak yang bantuin jaga Raisa, tapi tetep aja, AYAHNYA NUN JAUH DISANA. Yup! Hal ini sukses bikin saya mewek sampe mata bengkak sebengkak-bengkaknya. Ngenes, pemirsah! Bayangkan, saat udah malem, waktunya tidur, seorang emak tidur sama anaknya yang baru berusia beberapa minggu. Dan ketika malem dini hari, anaknya kebangun minta mimik, dan akhirnya si emak bangun buat nenenin si anak. Krik-krik-krik. Cuman ditemenin sama bunyi detak jam. Ga ada yang nemenin, bahkan wajah yang bisa dilihat yang bikin ati ayem karena merasa ada temennya aja ga ada. How ngenes it is? Sumpah, itu hal yang ngenes-able dalam sejarah kehidupan saya. *mulai lebay. Dan saat itulah saya (sepertinya) mengalami baby blues, walo syukurnya ga sampe menelantarkan #kakakraisa.
Masa2 sebelum selapan adalah masa2 Raisa gak saya pakein diapers. Kasian. Maka saya memilih pake popok kain bertali tuh. Dan jadilah saya setiap pagi selalu berkutat dengan cucian popok2 itu, selagi Raisa digendong Utinya. Lepas dari selapan Raisa saya mix, pagi sampe mandi sore pake Clodi, setelah mandi sore baru pake diapers. Tujuannya satu sih, biar hemat. Hahaha.
Masuk bulan kedua Raisa saya boyong ke kota dimana Ayahnya kerja. Karawang. Kota panas nan gersang namun membawa kebahagiaan tersendiri bagi saya. Awalnya si kakak rencananya ke Karawang abis lebaran. Nah, berhubung emaknya ga tahan jauh2an ama ayahnya, sebelum makin terjadi babyblues akut, maka diputuskan untuk balik Karawang pz si kakak mau 2 bulan. Perjalanan darat dengan kereta, ditemenin ayahnya, Yangkung dan Utinya. Raisa? Aman! Gak rewel. Alhamdulillah. Malah banyakan tidurnya. Emaknya yang gabisa tidur gara2 posisi yang ga pas bikin sakit badan. Sampe d Karawang pun aman tenteram. Perbedaan suhu Malang-Karawang alhamdulillah ga terlalu ngefek buat Raisa. Lagi2 Alhamdulillah. Di bulan kedua Raisa udah mulai suka ngoceh sambil teriak2. Bobot yang berkembang pesat dari bulan pertama, sampe2 emaknya boyoken kalo nggendong.
Di umur (kira2) 2,5 bulan, Raisa udah berusaha buat tengkurep. Seneng banget miring2, karena keberatan bemper (a.k.a pantat), kadang masi males2an. Dan juga belum terlalu kuat nyangga kepalanya. Jadi emak dan ayahnya kadang bantuin tengkurep, dan megangin kepalanya.
Masuk bulan ketiga, Raisa udah mulai bisa tengkurep sendiri, meski satu tangannya kadang masi suka ketindih badannya. Ditinggal noleh bentar aja kadang udah tengkurep. Kadang malah idungnya nyungsep duluan. Alhamdulillah udah kuat nyangga kepala, jadi kalo tengkurep, kepalanya ngangkatnya bukan 90 derajat lagi, tapi lebih. Sampe ndangak2. Sudah mulai bisa fokus ngeliatin satu benda. Sudah bisa ngenalin wajah ayah-bundanya. Sudah sadar kamera (helloo,, kamu umur brapa sih nak?). Sudah bisa ngoceh. Sudah bisa ketawa kalo di ajak becanda. Dan, satu yang terpenting, sudah bisa masukin tangan ke mulut. Sampe kadang kalo masukin jarinya terlalu dalem bisa sampe mau muntah. Hmm.. Raisa..Raisa.. Tapi, karena udah bisa "aware" akan sesuatu, kalo lagi nangis, buset daaah.. kuenceng banget. Sampe pernah pz maen ke Bekasi, lha kok Raisanya nuangis kejer, ga bisa ditenangin. Sampe bingung, takut disangka penculikan anak. Untungnya setelah pindah lokasi parkir, Raisa aman2 saja sampe selese ngemall. Fiuh..
Tidur siangnya udah ga sepanjang ketika dia masih umur sebulan-dua bulanan. Sejam itu udah sangat lama, dan itupun jarang. Karena dia udah mulai mengenal fase bermain. Jadi ditinggal bentar aja udah 'ngek'. Maka bundanya kalo mau ngapa2in balapan sama nangisnya si kakak. But semua masih bisa dilalui. Berat badan belum ditimbang lagi tapi kelihatan banget kalo tambah berat. Pipi luber, sampe hidung balapan ama pipinya. Haha.
Betapa bahagianya saya, menjadi seorang Ibu. Predikat yang ga bisa disepelekan. Menemani tumbuh kembangnya #kakakraisa itu membuat saya menjadi sangat menghargai sosok seorang Ibu. Ibu saya terutama. How hard a mother's job it was.
Sebagai full-time-mom, saya bersyukur. Bersyukur karena saya punya banyak waktu untuk #kakakraisa. Bersyukur karena saya bisa memberikan hak-nya #kakakraisa berupa ASI (dan berjuang untuk 3 bulan ke depan, syukur2 sampe 2 tahun). Bersyukur bisa menemani dan mengamati tumbuh kembangnya dengan mata kepala saya sendiri. Bersyukur rejeki dari Ayahnya untuk Raisa selalu ada saja. Bersyukur juga karena #kakakraisa sangat kooperatif bagi saya. Alhamdulillah..
Semoga #kakakraisa tumbuh sehat, segalanya yang terbaik akan Bunda berikan untuk Raisa. Bunda pun rela berkorban nyawa demi kamu nak. Ayah-Bunda akan selalu ada untuk Raisa. Ayah-Bunda akan berusaha menjadi penjagamu dengan sebaik-baiknya. Ayah-Bunda sayang Raisa.
| Raisa si pipi tembem yang hobi tengkurep |
| Ayah (love) Raisa (love) Bunda |
| Selfie bersama #kakakraisa |
Life is like a RAINBOW .melifart.
March 7, 2014
Week 37 lebih 3 hari : Kejadian Luar Biasa
Assalamualaikum...
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaahaillallah Allahu Akbar.
Tak henti2nya berucap syukur kepada Allah SWT atas segala karuniaNya. Hingga sampai hari ini sudah diberi banyak nikmat, rejeki dan kasih sayang.
Baeklah.
Mari flashback ke beberapa hari kebelakang. Tepatnya tgl 21 Februari 2014. Pz hr itu adalah jadwal kontrol rutin jelang lahiran. Setelah sminggu sblmnya udh dikasi surat jalan yang tertanda untuk bidan jaga di RS yg saya rujuk untuk t4 saya melahirkan. Dan masih, tgl 25 adalah tenggat akhir bayi saya harus lahir. Entah dengan induksi atopun sectio. Saya? Sudah harap2 cemas, meski dokter bilang, "nanti saya bantu pake obat dulu". Yg artinya bakal dibantu induksi dulu. Sekilas di pikiran saya hanya terlintas, yg penting lahiran normal, induksi induksi deh, suakit suakit deh. Haha. Karena membayangkan operasi itu rasanya gimanaaa gitu. Blm d operasi aja udh brasa sengkring2 dluan. Suster yg bntu dr. S bilang, "km telpon'o suamimu, biar dokter yg ngmg lgsg". Bgitu d tlpn, sptinya tjdi intrograsi dr pihak suami saya. Yaaa..maklum, ayah-soon-to-be perlu memastikan gimana2nya sblm memutuskan untuk plg. Setelah sptiny tjdi kspakatan, akhirnya suami saya lgsg beli tiket plg untuk keesokan harinya.
Pulang dr kontrol, perasaan saya campur aduk. Ad perasaan takut luar biasa yang menyergap. Menurut apa yg sering saya baca bahwa melahirkan secara induksi itu sakitnya luar biasa. Mungkin krn rahim dan janin 'dipaksa' keluar. Membayangkan hal itu saja sebenarnya sudah membuat saya ciut nyali. Tapi, membayangkan sectio lebih menyeramkan lagi bagi saya. Dan saya cuma bisa ngajak ngobrol kakak-wanna-be, "bantu bunda nak..bantu bunda.... ayah besok pulang. Kalo kakak mau, pz ayah plg, kakak lahir ya, sblm tgl 25. Ya kak ya.. biar kakak gak sulit d dalem, bunda jg enak. Kakak pinter, bunda-ayah sayang kakak". Begitu terus.. sambil membayangkan hal2 positif, dan relaksasi biar ga stress. Doa yg dipanjatkan tiap solatpun sama. Memohon agar tetap bisa melahirkan secara normal, melahirkan ditemani suami, dan bisa memberikan ASIX k kakak-wanna-be. Begitupun ayah-soon-tobe. Berharap dengan harapan yg sama. Doa yang sama.
Esoknya, ayah-soon-to-be datang di Malang jam 3 sore. Menjelang maghrib, perut agak sakit. Saya anggap kyk sakit perut biasa, kyk mau k WC gitu. Dan acara malem itu adalah mau k kondangan. Ga mgkin g dtg soalnya sodara sendiri. Saya saat itu masih merasa kuat buat jalan. Kuat buat pergi kondangan. Sakitnya kdg2 dtg dan prgi, tp saya masih belum merasa there's something happen. Sante aja walo kdg2 sakit, ttp happy aja k kondangan. Soalnya kan ada ayah-soon-to-be. Jadi gmnpun ttp aja seneng. Toh sakitnya jg masi tolerable. Makan d kondanganpun masi enjoy. Makan di kenyang2in. Haha. *dasarnya laper.
Pz pulang pun masi fine2 saja. Sakit perutnya ttp ada, tapi ga diitungin per berapa waktu. Pokokny masi nyante abis lah sayanya. Mau tidur jg masi guyon2 sama si ayah. Bgitu terlelap, mendadak jm 12 itu saya mau pipis. Ke WC, sambil mendadak ngajak ngbrol kakak-wanna-be, "kakak mau lahir hari ini gak? Kalo iya, kasi tanda ya nak..". Waktu itu sakitnya udh mulai turun k bagian bawah perut. Tapi tetep, saya masi sante. Saya inget kata2 instruktur senam hamil saya.
"Kalo mau cepet bukaan, pz ngerasa kontraksi, ĴªŇбåñ malah dibuat tidur, tapi dibuat jalan aja. Jadi begitu kontraksi, kalo dibuat jalan, bayi akan lbh cpt turun"
Dengan prinsip itu, saya yg masi blm paham klo yg saya rasa drtd itu adalah kontraksi, sok2an aja, pokoknya kalo ini ntr sakit lg, saya mau pake jalan aja. Benar saja, bbrpa saat saya kmbali k kamar, sakit itu dtg lg. Saya bangun, dan jalan2 keliling kamar. Si ayah masih asik bubuk. Begitu sakitnya reda, saya duduk,tiduran lagi. Dan trnyata frekuensi sakitnya dr jm 12 mlm smp jam 2 itu setiap 15 menit sekali. Smp jm 3 udh mulai 10 menit sekali. Tapi saya lagi2 masih sante. Karena saya blm ad tanda flek. Patokan saya dr hasil baca2 klo mau lahiran ya flek itu. Pz pipis lg, blm ad tanda flek, trus ngajak ngmg kakak lagi. Balik k kamar, udh agak capek krn bolak-balik bangun n jalan2 muter kamar. Si ayah jg udh ikutan bangun, ngelus2 perut saya, ngajak ngmg kakak, bacain ayat2 al-qur'an. Jam 4 krg dikit, saya pgn rebahan krn agak sedikit capek. Bgitu ngrebahin badan miring, mndadak, "dhumm!!". Seprti ad yg meledak di bagian ms. V. Saya mulai curiga, ada apa ini? Begitu saya mencoba berdiri, mengalirlah cairan yg tidak dapat saya tahan. Dengan aliran yg semakin deras, saya bangunkan suami, ibu dan bapak. Kondisi mau adzan subuh, saya, suami dan bapak brkt k RS. Ibuk stay d rmh, krn ada yangti yg gbs dtggal sendiri. Bgitu sampe d RS, saya masih bisa lho jalan sndiri dr mobil k ruang brsalin.
☺ "̮ ЂoºoЂoºoЂoºo "̮.
Bgitu smp ruang brsalin, ad bidan jaga, yg trnyata temen dr suami saya. Healaaahh....hihi. disuruh pipis dulu. Ditanyain udah pup apa blm. Krn saya udh pup pz d rmh sblmnya, jd saya g dksi obat perangsang untuk pup. Pz naek ke rnjang brsalin, kata bidannya, ketubannya udah ijo. Saya si ga merhtiin pz d rmh. Dan saya blg k bidanny iya2 aja. Soalny udh mulai sibuk nahan sakit. Sama bidannya cek NST. Gatau gimana hasilny. Yg jelas mbak bidannya lgsg tlpn dr. S, laporan hasil NST. Bgiti d cek dalem, trnyata saya sudah bukaan 4! Subhanallah. Saya sudah mulai kesakitan luar biasa. Dan melihat wajah suami saya d hadapan saya, itu hal yg paling menyenangkan. Bahkan suami saya masi sempat2ny meledek "nafas bunda bau ih..". Hahaa..jelas donk yah. Brktnya aja cm modal ganti baju. Jam 5, dicek bukaan ternyata udah bukaan 6. Ya اَللّهُ, kakak, kamu pinter banget nak. Subhanallah lgi..sakit semakin menjadi, saya sprtinya hanya bisa meracau. Menahan sakit krn belum boleh ngeden! Itu sungguh sakit yg sangat luar biasa! Tiap sakit dtg saya cm bisa mengerang, mencoba sekuat tenaga ambil nafas panjang n mghmbuskannya (meski itu susah). Gak lama, dicek lagi sama bidan sudah bukaan 8! Subhanallah lagi.. saat itu dr. S blm smp jg. Saya smpt dgr bidan tlp dokter nanya posisi n laporan ttg saya. Dan ga lama, bidanny bilang mau dibantu buka jalan lahir biar cpt bukaan 10. Ah saya mah iya aja..biar kakak cpt kluar. Gatau gmn caranya, saya tiba2 sudah sangat ingin ngeden. Sampe teriak k bidan "susteeerr..udah boleh ngeden beluuumm" sambil terengah2. Begitu bidan bilang "yawes ayo belajar ngeden skrg". Smpt saya denger lg bidan yg lain tlpon dokter lg, ngabarin klo udh bukaan lengkap dan kyknya gbs nunggu lgi. Dan mgkin dokter jg udh ngasi lampu ijo buat bidan2 itu bantu saya lahiran, krn ga nututi lg nunggu dokter. Mulailah saya praktek hasil senam hamil saya.
Ngeden pertama failed!
Karena harusnya mulut tertutup rapat. Ga boleh ad udara yg keluar. Setelah belajar ngeden yg pertama itu, ngeden lagi lagi dan lagi. 5x ngeden, dan mendadak teriak karena merasakan ad bagian bawah sana yg entah disobek atau d gunting, menurut suami saya sih digunting. finally rasanya ad yg keluar dr bawah sana. Dan..dan..dan...sebuah tangisan pun pecah. Allahuakbar....
Tepat jam 6.20.
Raisabella Fakhirah Alfita.
Hadir di dunia dengan tangisan kencangnya. Membuat bundanya yg masih terengah2 meracau menyebut nama Allah dan menggenggam erat tangan suami tercintanya.
Saya berhasil, melahirkan anak pertama saya secara normal. Blm smpt liat anak saya krn lgsg dbawa k ruang bayi, dimandikan dan diadzani oleh ayahnya. Saya malah ngeliat dr. S, berdiri d sblh kiri. Yang keluar dari mulut saya secara spontan adalah "dokteeeerrr... gajadi tanggal 25...". Hahaha. Sek sempet2nya.
Masih sangat lelah, ad suster yg blg, kalo saya mau dibius. Kalo kerasa ngantuk, tidur aja. Bener aja, ga lama saya krasa ngantuk, ngefly dan berimajinasi. Seprtiny dr. S sdg melalukan penjahitan di bawah sana. Entah saya ngefly untuk brp lama. Yg jelas ktika saya mulai sadar, saya melihat suami saya ad d sblh saya. Sambil setengah sadar, saya bertanya k suami saya, "kakak mana?". Masi d ruang bayi katanya. Dan saya bertanya lagi "cewek a yah?". Iya, cewek, kata ayahnya. Нĭ°°~нĭ°°~нĭ ~°°нĭ~°°
Setelah bnr2 sadar, suster bantu saya ganti pakaian. Bantu duduk dan dibawakannyalah kakak di gendongan saya. Subhanallah... cantik sekaliiiii anakkuuu. Sungguh nikmat luar biasa yg Allah berikan. Ga lama mama dan ayah mertua dtg, saya disuapin madu dan makanan yg disediakan RS. Disusul ibuk dan bpk yg dtg. Ah, surga sekali rasanya ada mereka semua.
Sebuah rejeki dan nikmat yg tiada terhingga atas kejadian luar biasa tertanggal 23 Februari 2014 ini. Matursuwun Gusti...
Atas segalanya.
Alhamdulillah...
February 22, 2014
Minggu 37 : sedikit bisa bernafas lega....
Assalamualaikum....
Selamat pagi....
Pagi ini sudah mulai kerasa mules2 d perut bawah. Gatau juga, apa ini yg namanya kontraksi? *pertanyaan orang awam, abaikan*
Jadi, kmrn malem jatahnya kontrol ke dokter 'S' lgi. Yang terakhir kayaknya, soalnya mggu depan sudah disuruh ngamar. Huhuhuhu... Jadi, hasil kontrol kmrn malem adalah, jalan lahir masi tebel, tapiiii.... sudah ada pelunakan. Dibandingkan mggu kmrn yg masih level 4, skrg udh level 6. Ayeye! Subhanallah walhamdulillah, kakak-wanna-be emang pinter, nurut bunda n ayah. Walopun begitu, tetep, dijadwalkan minggu dpn adlh deadline kakak untuk lahir. Jadilah saya telpon si ayah-soon-to-be buat lgsg ngbrol sama dokternya. Dijelaskanlah sama dokter kejadian yg sbnrnya. Bahwa kondisinya adalah
1. Kakak-wanna-be ini bbj-nya jauh d bawah rata2. Di UK 37 week seharusnya bbj mencapai 2,8 kg. Sedangkan hasil usg terakhir bbj hanya mencapai 2,5 kg. (Padahal emaknya perutnya udh mbedhodhong2 kata org2. Haha.. kemungkinannya klo ga air ketubannya yg banyak, ato ada sedikit masalah dlm plasenta yg ga menyalurkan nutrisi secara sempurna ke janjn, ato ya nutrisi diserap sempurna ama emaknya. Dan suami saya sgt sepakat dengan poin terakhir. Hrrrrrr...)
2. Dengan kondisi jika dilahirkan terlambat (versi dokter) air ketuban akan mengental, dan itu akan membahayakan bayi saat setelah dilahirkan. Karena kemungkinannya adalah ketuban yg sudah diminum oleh bayi, susah untuk mengeluarkannya. Lek jare dokter : "DSAnya susah, saya pun susah". Mgkin itu kekhawatiran pasca lahirannya.
3. Ada kemungkinan jg dikarenakan oleh kondisi kakak-wanna-be yang masih kelilit tali pusat, di leher :'(.
Itulah...
Makanya sama dokter dijadwalkan untuk ngamar. Dan akan tetap diupayakan dan dibantu untuk lahiran normal. Akan diusakan dengan bantuan induksi pil dulu katanya. Bayangan induksi-drip bahkan yg (naudzubillah smoga ga sampe) masuk ruang yg serem dan berhubungan sama pisau itu sudah melintas jelas di otak saya. Hasil baca2 kdg bikin kuat, kdg bikin serem sendiri. Tapi saya masih punya keyakinan kalo saya dan kakak-wanna-be bisa melalui proses lahiran normal. Aaaaamiin... allahuakbar. Allah yg bakal bantu...
Dan hari iniii... saya dan kakak-wanna-be menunggu kehadiran ayah-soon-to-be! Dari kmrn ngajak ngbrol kakak kalo ayah mau dateng. Nemenin kakak sama bunda, nungguin bunda, sampe kakak lahir, ngadzanin kakak nantinya. Dan hasilnya, kakak-wanna-be sepertinya merespon positif. Ya ini tadi, mules2 perut bawah. Meskipun bundanya masih ga paham itu kontraksi apa bukan.haha. cuman selalu ngmg sama kakak, klo pz lagi agak mules gt, sambil dipake jalan n aktifitas, ngbrolnya "kakak pinter. Gapapa kak, bunda gapapa. Kakak lg nyari jalan lahir kan ini? Ayo kak, semangat. Bunda bantu dengan doa ya? Kakak pasti bisa kok! Bismillah ya kak..."
Bismillah...
Semoga Allah bantu dalam proses kelahiran kakak-wanna-be nantinya. Mohon doa juga bagi para pembaca (sok iyes banget, berasa ad yg baca aja gitu). Semoga kita semua dilancarkan segala sesuatunyaaaaa...
SEMANGAAAATTT!!
HAP...HAP...HAP...!
February 15, 2014
Week 36 : Bagai ditimpuk batu segede gaban.
Assalamualaikum.
Sudah 9 bulan kakak-wanna-be ad d rahim bunda ya nak. Kmu masih suka nungging2 d perut bunda, smp kadang keras d bagian perut kanan atopun d kiri. Lucu kadang rasanya tiba kenceng begitu, trus begitu diusap sambil bunda tanya "ini pantat ya kaakk?", ga lama trus pindah posisinya. Ih, km lucu amat sih Kak! Ga sabar ketemu kakaakk..
Lain cerita pz lg rebahan miring kanan ato kiri, juga pz mw tidur mlm. Posisi paling wenak buat bubuk itu ya miring, sama aja si miring kanan ato kiri. Dan yang pasti terjadi adalah, tiba2 di bagian perut yg nempel d kasur, bagian sepanjang bawah p*y*d*r* sampe pinggang, selalu ada tendangan yg jedug2nya kenceng. Semacam kakak lagi hentak2 kaki gitu. Gatau jg si itu kaki apa tangan. Tapi itu selalu terjadi. Jadi makin gemes kan kalo kyk gt?
Gerakan kakak-wanna-be adalah hal yg jadi patokan buatku bahwa kakak baik2 saja. Sugesti positif ya tumbuh dr gerakan kakak. Klo udah ngrasain gerakan kakak bawaannya tenang. Ditambah pula klo lg senam hamil atopun periksa dokter, di cek detak jantung masih aman. Subhanallah walhamdulillah klo ydh kyk gt. Ah, kakak emang pinter.
Memasuki usia kehamilan akhir2, jelas, yg dirasain campur aduk. Seneng, harap2 cemas, takut, bingung. Seneng krn ga lama lagi bakal ketemu kakak-wanna-be, harap2 cemas nunggu hari-H, takut gimana2ny ntr pz lahiran (maklum, anak prtama), bingung krn gatau gimana itu kontraksi, Καραη waktunya ngejan. So complicated huh..?
Intensitas periksa ke dokter jg udh seminggu sekali. Kmrin periksa k dokter setelah nganter yangti terapi, cm dianter sama bpk, krn ibuk jaga yangti d rumah. Nomor antrian yg nomer 32 itu kmgkinan jm 9 mlm br masuk. Benar saja. Lgsg periksa posisi kakak, aman. Periksa detak jantung, aman. Langsung periksa dalem. Dicoloklah saya sama dokter. Kata dokter, "loh, lha kok sek atos pol?" (Lho, kok masi keras banget?). Lgsg lah saya bertanya2. Maksudnya gimana dok? Jadi, harusnya, selama trimester akhir itu, ada pelunakan jalan lahir. Menurut instruktur senam hamil saya, pz saya nanya ttg hal tsb, jadi jalan lahir itu normalnya setebal ruas jari telunjuk. Nah, untuk melahirkan, jalan lahir ini harus setipis kertas. Jadi, bisa dibayangkan donk, kalo harusnya setipis kertas, sdangkan skrg jalan lahir saya masi blm ad pelunakan. Kata dokter, level pelunakan itu 1-10. 10 itu yg udh setipis kertas, sedangkan pny saya masi ad di level 4. Untuk persalinan yg mau dibantu drip, atopun induksi lainnya, levelnya minimal kudu 6, dan persalinan normal minimal level amannya 8. Dokter trus bilang, kemungkinan bisa lahir normal saat ini cuma 20% ini. Jeder!!! Seketika lemes. Pertanyaan yg lgsg muncul dr saya adalah "dok, itu 20% gbs naek lagi prsentasenya?". Kata dokter, ya bisa aja benernya, tp dilihat nantinya, ada kontraksi gak, ada bukaan gak, ada pelunakan gak. Kalo ada, ya bisa. Tapi beliau tidak menyarankan untuk melebihi tanggal 25 feb 2014 (periksa kmrn tgl 14 feb). 25 feb itu umur kehamilan di 28w. Huhuhu, minggu dpn mau mbujuk dokter supaya bisa nunggu paling tidak smp ad kontraksi alami, setidaknya smp 40w. Walo ketakutan dokter adalah ketuban yg ditakutkan udah keruh nantinya. Pengen lahiran normal Ya Allaaahh... :(
Oiya, abis dicolok dalem, sama dokter dikasi suntikan. Suntikan yg berfungsi untuk menguatkan paru2 bayi, sehingga nantinya siap lahir kapanpun, dan diharapkan nangisnya kenceng. Selain itu katanya juga untuk bantu melunakkan jalan lahir. Bismillaaahh... pengalaman pz disuntik itu, disuntiknya di punggung tangan, pz di nadinya. Pz mau disuntikkan, saya merem. Pz dimasukin suntikan kerasa, tp masi tetep merem. Sampe akhirnya ditepok2 dokter, "sudah,sudah, ayo melek. Udah slese". Trus ditimpali suster, "tinggal nunggu rasanya". Blm smpt nanya apa rasanya, seketika sekujur tubuh dr kepala sampe kaki, sampe di bagian miss V berasa kesemutan hebat. Krenyeng2 semuaaaa. Gbs gerak dlm bbrp detik. Sekitar 10 detik mungkin, br efeknya ilang. Bru bisa bangun. Luar biasa rasanya. Haha. Finally ngbrol ama dokter. Minggu dpn kontrol lg. Ngeliat ad pelunakan apa gak. Huhuhuhu...semoga ad ya kak.. Bantu bunda. Kita lahiran normal aja yuuukk.... bismillah.
Smpe rumah masi lemes. Masi drop. Telpon ayah-soon-tobe sambil miseg2. Hiks. Tapi dia juga yang nguatin saya. Ah, ayah. Really need you now.. sekarang waktunya berusaha sekuat tenaga, melakukan apapun untuk kakak-wanna-be supaya bisa lahiran normal, selebihnya, pasrah. Biar tangan Allah yg bekerja. Bismillah...
February 7, 2014
Week 35 : Yg overweight mah bundanya..
Assalamualaikum...
Menginjak minggu ke 35.
Saatnya kontrol k dokter. Akhirnya dtg juga hri ini. Setelah nunggu2. Bukan krn apa2 si. Selain pgn tau kondisi terupdate kakak-wanna-be, tp sekalian konsul k dokter ttg gatal2 yg saya alami. Terutama gatal d bagian yang tidak-sepantasnya-disebutkan. Hahaha. Krn udh ga tahan lg ama gatelny, dan takut berimbas k kakak-wanna-be nantinya.
Hasil pemeriksaan dokter untungnya nggak "semengerikan" yg saya kira. Ya memang krn perubahan fisik krn hamil. Dan sugesti positif macam itupun kdg cukup, untuk tidak lbh berpikir aneh2 kedepannya. Selain jg dikasi obat. Obatnya si ngefek..tp ga banget. *bahasa macam apa ini*. Obatnya lumayan ngurangin gatal si, cm kdg ya ttp muncul lg. Kudu telaten aja pokoknya.
Hasil kontrol minggu ke-35 ini cukup menggembirakan. Posisi kakak-wanna-be yg pinter ini kepala udah di bawah, udh d bwh banget malah kata dokternya, bokongnya d atas, pz d cek manual ama dokternya. Yeyeye... kakak-wanna-be nurut ama bunda. Sayaaang kakaaak.. Pantesan aja kadang bundanya ngrasa d bawah PD tiba2 membentuk gelombang dan tiba2 "mbedesol" (mamam tuh, bahasa dunia bagian mana lagi ini) di bagian kanan ato kiri trus kenceng. Ternyata pantat to kak?haha. Maap yo kak kalo sering tak towel2 kdg2, saking penasarannya itu bagian tubuhmu yg mana. :)
Detak jantungmu pun normal kak. Walopun bunda ndak ngitungin detakan per menitnya. Tapi kata dokter normal, and I believe in him.
Hasil usg pun bilang posisi kakak-wanna-be udh d bwh banget. Kondisi air ketuban jg masi normal. Detak jantung jg masih oke. Walopun kakak masi kelilit tali pusat di leher, and I'm so worry about it, darling. Berharap kakak ttp baik2 saja sampe nanti kakak mau keluar. Sebab itu juga dokter bilang kudu kontrol lagi minggu dpn. Buat liat lagi posisi kakak apa turun lagi apa gak. Dokter sempat bilang, "kita lihat posisinya lagi, dia turun lagi apa gak. Jadi minggu depan dilihat lagi, apa perlu dipercepat". Dan taukah kamu kak, bunda saat itu yg lg agak2 cemas, ga ngeh sama skali maksud dokter apa. Moga2 ga sampe kudu dilakukan operasi ya kak. Bismillah. Ayo kuatkan bunda untuk bisa ngelahirin kakak secara normal ya kak. Semoga sugesti bunda terhadap kakak tiap hari bisa bikin kakak baik2 aja, meski lilitan tali pusat sering menghantui. Kakak yg masi sering puter2 d dalam bikin bunda less-worry tapi sometimes malah bikin bunda cemas. Tetep ati2 ya kak, jgn sampe nyakitin kakak sendiri. Be tough there for a while. Tinggal bntr lg kan kak? We'll meet soon, sama bunda, sama ayah, sama dunia yang akan kamu jelang. :)
Satu hal yang perlu di garis bawahi, di bold, di cetak miring, dan kalo perlu di warna merah dengan ukuran font yg agak gede nih (woh, sumpah ini lumayan lebay,haha) adalah tentang BERAT BADAN. Hasil usg bilang, kalo berat badan kakak-wanna-be adalah 2427 mg alias 2,4 kg. Dengan perkiraan lahir dengan BB sekitar 2,6 kg. Bulan kmrn BBnya 1813 mg. Nah... masalahnya....ini berat badan bundanya naek gila2an di trimester 3. Udah naek hampir 13 bahkan 14 kg. Jadi?????? Berat badannya diserap bunda semua gt yak? Hahahaha.. sblm kontrol udah harap2 cemas aja kalo kakak overweight. Udh lebih dr 3 kg. Sedang kata dokter klo anak pertama dan pgn lairan normal usahakan bayinya jgn gede2. Nah, cemas dong ngeliat nafsu makan (plus berat badan) yg naek drastis di trimester 3. Begitu periksa trnyata BB kakak normal. Lega plus kaget. Gimana cara nurunin BBnya ini nantiii? Jujur sekarang masi ga peduli sama BB. Tapi mikir nantinya buat nurunin BB. Huahahaha. Bantu saya Ya Tuhan..
Baiklah.
Sekian dulu laporan mingguan dr bundanya kakak-wanna-be. Tetep sehat ya kak, tetep dalam kondisi yg menyenangkan bagi kakak dlm rahim bunda, kita akan segera ketemu, insyaallah...bismillah...
February 4, 2014
Week 34 : Udah 8,5 bulan aja..
Assalamualaikum....
Wohooo..
Sudah minggu ke 34! Hr kamis depan udah 35 weeks (menurut itungan saya). Kadang2 merasa time flies so fast, tp ga jarang merasa "ayo donk, buru2 due date". Hihihi. Maklum, saya trmasuk emak2 yg menanti sekali kehadiran buah hati saya dan suami saya. Apalagi ngeliatin news feed d medsos yg isinya pamer foto anaknya semua. Haha. Kan saya jadi pgn juga cpt2 ad yg jd objek foto kyk gitu. Tapi saya jg menunggu si kakak-wanna-be lahir normal saja. Menunggu tanda2 alami yg disinyalkan sama kakak-wanna-be. Agar tidak perlu dilakukan perlakuan2 khusus, apalagi kudu induksi ataupun operasi. Amit2 lah. Bismillah semoga ga harus melalui proses2 itu. Biar hemat d kantong juga, hahaha. Pengen jadi ibu seutuhnya dengan melahirkan secara normal. Bukan berarti saya mendiskreditkan yg melalui persalinan secara SC. Tpi setidaknya saya ingin menjalani kodrat wanita yg merasakan kontraksi, mules, keluar flek, pembukaan lengkap, pecah ketuban, ngeden, melahirkan, IMD lengkap, dan menyusui ASIX. Bismillah.. (lgsg dijedug kakak-wanna-be, semoga tanda setuju).
Masuk week 34 mulai ada kejadian2 unik (let's call it unik, walopun sebenernya agak2 mem-bete-kan, hihi).
Kulit di bagian lipatan2 menghitam dengan sangat drastis. Lipatan leher, lipatan ketiak, dan beberapa lipatan lain yang tidak perlu disebutkan. Haha, sensor ON.
Berat badan yang mencapai kenaikan 13 kg (emejing bukan?) bikin badan mulai berasa berat buat dibawa2. Tapi tetep berasa enjoy klo diajak jalan2 sama ibuk n bpk. :D. Semoga aja kakak-wanna-be beratnya normal2 saja. Ga gede2 amat. Ya kak ya? *elus2 perut. Bunda aja yg gendut. Ntr bisa di turunin insyaallah. :)
Perut rasanya udah kyk mau jatoh. Berasa kudu di angkat klo mw jalan (kmu pikir rok yg kepanjangan, mel? Kudu diangkat2 biar ga nyrimpeti klo jalan?).
Merasakan gatal2 d daerah yg tidak seharusnya gatal. Hooo...ini yg paling unik. Dan mari untuk tidak membahasnya. Yg jelas ini yg paling bikin gemes. Ngahaha..
Frekuensi BAK alias p*p*s yg makin sering, bikin bolak2 nyatronin kamar mandi. Even in the middle of the sleep. Jam 2,jam 3,jam 4 pasti kbgun pgn nyatronin kmr mandi. As long as i read, katanya si itu krn bayi udh mulai turun, dan menekan kandung kemih ibunya. Jadilah prosesi k kmr mandi jadi hal yg wajar saat UK mulai dekat dgn due date.
Tiap bangun pagi bagian telapak kaki kyk digigitin semut. Cekit2. Buat jalan kyk ad yg nusuk2 gt. Dan bengkaknya kaki memaksa merubah ukuran sepatu 2 nmr dr sblmnya. Keren kan? Kpn hri nyari sepatu susah beneerrr...haish.. Tangan? Sama. Sama2 bengkak. Dan klo tangan lebih amboi lg kejadiannya. Seharian itu berasa kyk kesemutan terus. Klo bangun tidur malah susah buat genggam. Jadilah klo pagi senam tangan dulu. Biar bisa dipake (dipake???).
Oiya. Hal unik terakhir adalah, skrg saya lagi ditemplokin sakit flu. Pilek, tenggorokan kering, bersin2. Sampe klo bersin perut berasa kenceng. Huhuhu..maapin bunda ya kak. Kmu yg sehat2 di dalem..
Sedangkan persiapan yg udah dilakukan diantaranya adalah:
SENAM HAMIL. Finally! Hahaa..setelah smpat ga jadi2. Dan karena d RS t4 saya brncana melahirkan diadakan senam hamil gretongan (bayar si,tp cm byr kartu member,cuma 20rebu), jadilah saya semangat buat ikutan. Komentar saya setelah awal2 ikutan senam, akhirnya saya tau gimana cara ngeden yg baik!! Dan, ternyaya,ngeden itu cuapek ya..haha. itu masi teori, gmn prakteknya? But I believe I can do it!! Believe in GOD!
Nyicil beli pakaian bayi n perlengkapan bayi was done. cukup dulu lah beli2nya. Ntr klo udh mulai terlihat tanda2 ga muat bru maraton beli lagi. Hahaha.. tp gatau lg ya klo tb2 kepincut barang2 n promosi olshop. *kabur sebelum ketauan suami. :D
KK baru udah jadi. So, ntr klo kakak-wanna-be lahir udh bs lgsg di proses lagi. KTPku dan KTP mz @alfanitumara pun sudah ganti statusnya jadi KAWIN. Horeee...
Fine,
Kyknya segini dulu laporan bulanannya..hahaha..
See you...
January 26, 2014
What we must think before.... married.
Apa yg perlu dipikirkan sblm menikah.
Seringkali pasangan yang akan menginjak status selanjutnya alias menikah, bertanya-tanya, apa aja sih yang kudu dipikirin atau direncanain?
Jujur aja ni, saya, yg lagi hamil 8 bln ini, sebelum nikah saya cuman mikir gimana carany ngumpulin uang buat bisa nikah ama pacar saya waktu itu, @alfanitumara yg saat ini sudah akan menjadi ayah-soon-to-be. Haha. Sesimpel itu doang. Padahal gaji hasil kerja ya ga banyak2 amat buat modal nikah. Apalagi klo bayar semua vendor sendiri rasanya mustahil. Bisa nunggu sampe lebaran monyet. Padahal saya jg gatau monyet2 itu lebaran apa gak. Sedangkan kedua pihak keluarga udah nentuin waktu nikah.
Seketika itu saya mikir bahwa perencanaan keuangan untuk melangsungkan pernikahan adalah mutlak yang kudu direncanakan sematang-matangnya oleh kedua pihak. Mau total biaya pribadi atau butuh dukungan dana dr pihak lain, misal orang tua, sodara atau dukungan bank (berasa mau tender proyek aje, hihi).
Setelah saya menikah, barulah saya merasa "kemana aja si saya selama ini?". Baru saya sadari ternyata banyaaaakkk sekali yang terlewat (atau mungkin terlambat) untuk dipikirkan sebelum saya menikah. Malah mz @alfanitumara yang sudah siap dengan segala planningnya. Yaa... mgkin krn dia lelaki, dan pemikirannya dia akan menjadi kepala keluarga, penanggung jawab kehidupan istri dan anak2nya. Saya cukup berbahagia bersuamikan dia yang walopun ga detail, tapi dia bisa menentukan garis besar kmana kehidupan keluarganya akan dibawa. Miss you so, husb..
Hal yg selanjutnya kudu dipikirkan adalah runtutan umum yg dulu sepertinya sudah sangat akrab d telinga. Pikirkan mengenai kebutuhan SANDANG, PANGAN, PAPAN. Classic, but that's the deal. 3 kebutuhan pokok yang memang sangat2 pokok. Diluar itu? Nanti dulu lah ya... Dan menurut saya, yang paling pertama kudu di rencanakan adalah masalah PAPAN. Where we will live after marriage. Penting kan? Masak ya mau ngemper? Pikirkan dimana akan tinggal? Mau beli rumah kah, ngontrak kah, d rumah orang tua kah. Berapa biaya yang perlu dikeluarkan? Masukkan semua dalam tabulasi yang cukup detail. Simpan saja di file jika memungkinkan, jdi jika kita butuh untuk mengubah2nya bisa lebih mudah.
Setelahnya adalah urusan PANGAN. As a human, it will be need supply of feed. Ga ad yg ga butuh makan kan? It's important to think about it. Ga mikirin itu ya sama aje bunuh diri pelan2. *lebay. Pikirkan keuangan untuk pengeluaran tiap bulannya (belanja bulanan). Pikirkan juga alat2 penunjang pangan, yaah..dalam hal inj mungkin untuk yang ngontrak2 macem saya, atau yg beli rumah baru tp ga fully furnish. Otomatis beli2 kompor dan tetek bengeknya pasti bakal jadi perhitungan juga donk? (Jadi kepikiran d kontrakan baru apa aja yg belum punya, haha).
Setelah itu, baru mikirin ttg kebutuhan SANDANG. Buat saya, ini si bukan hal yang samat sangat mendesak buat di rencanakan. Mksudnya, kalopun ad budgetnya ya ga gede2 amat gitu lah. Wong ya belum tentu tiap bulan saya beli baju baru. Kecuali ad diskonan yng bikin ngiler. *lah,lak podo ae. :). Tp untungnya saya dan suami bukan tipe2 yang tiap bulan kudu beli baju ganti penampilan. Kalo ad yg lg butuh dibeli ya beli. Kalo ad yg murah dan bagus dan kepengen ya beli. Kalo ga ad yang sreg ya udah lempeng2 aja. Tapi tetep, prinsip suami saya, pokoknya klo ad yg sreg dan kepengen, beli aja. Gimana ga "ayem" punya suami kyk gt? Untung saya tau diri, klo ad brg bagus, kepengen, tp harga ga rasional ya saya cukup melipir saja. Hihi... *iki kok ndadak curhat. Jadi, perencanaan ttg sandang ttp kudu di adakan dalam tabulasi kebutuhan. Semisalnya pun tidak trpakai kan bisa dipakai untuk kebutuhan yg lain. Atau bisa juga di akumulasi untuk waktu selanjutnya.
Selanjutnya adalah spending money for having a baby. Menikah salah satu goalnya adalah mendapatkan keturunan, right? Maka dari itu, meskipun tidak detail, tapi setidaknya bicarakan dengan pasangan ttg menyisihkan uang untuk keperluan memiliki anak. Tidak perlu sedetail apa saja yang akan diperlukan saat punya anak. Tp sebagai langkah awal adalah mulai membicarakan berapa persentase yang akan disisihkan untuk keperluan ini. Karena menurut saya, keperluan bayi dan anak hari gini gila2an. Keperluannya udah ngalahin keperluan emak-bapaknya. Jadi, klo dr awal udah ad ancang2 prsiapan kan lumayan. Setidaknya ga perlu kaget nantinya dengan pengeluaran yang akan terjadi. *cukup saya yang terkaget2 dengan biaya2 itu. ;)
Satu hal yg mungkin cukup riskan dipikirkan. Adalah tentang pencarian nafkah antara suami dan istri. Riskan dan cenderung bisa membuat salah paham. Kondisinya berlaku ketika sebelum menikah, baik pihak wanita dan pihak pria sama2 bekerja. Istilahnya sama2 ngumpulin duit buat kelangsungan hidup selanjutnya. Hal yg perlu dibicarakan adalah komitmen dan kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Hal yg perlu di kompromikan harus dibahas secara tuntas dan jelas sebelum menikah. Sehingga, setelah menikah, ga ad lagi yg namanya gengsi2an, merasa sama2 tinggi, dan akhirnya keluarga jadi korban. Big no no !!
Jadi, bicarakan secara bijak, kepala dingin, baik2 dan tenang tentang kehidupan seperti apa yang akan kita bangun dan kita jalani nantinya, sayang? Karena kita yang akan merasakan, maka kita pulalah yang harus mengusahakan. Right? Memang, semua ada di tangan Sang Pemilik Hidup, Allah SWT. Tapi, Allah SWT juga suka org yg berusaha kan? Maka dari itu, berusahalah... lalu berdoa. Sisanya... berpasrahlah. :)
Tentang perjuangan...
Assalamualaikum...
Minggu yang cerah untuk malas2an.hihihi.. Cuaca di malang seharian ini cukup cerah, tanpa mendung, tpi mengandung angin yg cukup kenceng. Makin deket Imlek kali ya... *kata Ibuk n Bapak lho ya.
Pagi2 tdi sibuk d dapur masak Soto Ceker n Perkedel sampe pinggang senut2 rasanya. Maunya si ngenalin kakak-wanna-be untk brkegiatan di dapur. Maklum, kan prediksiny insyaallah cewek, so.. nantiny kan jg kudu nyemplung k dapur. Untuk menyenangkan suami tentunya. Hoho... *think too far.
Abis masak tpi lgsg ndelosoran, nntn tipi, baca majalah dan nylesein baca buku AyahASI. The recommended book for new-parent-wanna-be, khususnya buat ayah/bapak/abi/abah/father/papa soon to be dimanapun kalian berada. Dukunglah istri kalian untuk memberikan ASI Eksklusif untuk anak2 kalian, generasi penerus kalian, agar punya imun yang kuat... Saya, adlah seorang calon ibu (aaaaamiin) yang sedang berjuang, mencari informasi sebanyak2nya tntang pemberian ASI pada calon anak saya nantinya. Saya berharap bisa memberikan ASI Eksklusif, dan jika diberikan rejeki oleh Allah bisa sampe anak usia 2 tahun. Aaaaamin lagi..
Saya memang belum membuktikan kekuatan cairan ajaib yang bernama ASJ itu. Saya jg belum bisa praktek ttg pemberian ASI. Tp saya hanya berharap, berusaha dan berdoa, agar saya siap dan mampu melewati tiap fase yang dijabarkan dalam setiap artikel ataupun hal2 yg saya baca ttg pemberian ASI.
Saya yakin, Allah telah memberikan seorang wanita dengan segala kesempurnaannya. Bayangkan saja, bagaimana seorang wanita dapat mengandung, membawa serta janin bersamanya dlm kurun waktu 9 bulan. Kekuatan perut untuk memberikan ruang gerak pada janin. Menahan rasa sakit, nyeri, dan segala yang menghambat gerak dan kegiatannya. Merelakan waktunya tersita untuk sekedar ngobrol dengan calon bayinya yang bahkan masih belum bisa dia lihat. Melahirkan dan menahan sakit yang luar biasa (katanya sih, soalnya fase ini blm saya hadapi. Haha) demi lahirnya buah hati yang diidam2kan. Menyusui dengan segala suka duka dalam perjuangannya. Dan mendampingi anaknya bertumbuh dewasa.
Tapi saya juga yakin. Ada peran ayah sebagai suami di sana. Ayah yang selalu ada di samping wanita2 bertajuk Ibu/bunda/mama/emak/umi itu. Berapapun persentasenya, bukan masalah. Yang jelas akan selalu ad peran suami di dalam perjuangan seorang istri. Suami yang akan terus berjuang mencari nafkah bagi istri dan anaknya. Suami yang akan terus ada untuk istrinya saat dibutuhkan. Suami yang siap dijadikan tempat sampah bagi istri dan anaknya. Suami yang rela berkorban apapun demi kebahagiaan istri dan anaknya. Serta ayah yang siap bangun tengah malam untuk menggantikan popok anaknya, meredakan tangis anaknya, membantu istriny saat menyusui anakny d tengah malam. Aaahh.. mendadak sangat merindukan @alfanitumara. :(
Semangat terus calon2 ibu, dan yg sudah menjadi ibu. Semangat pula calon2 ayah dan yg sudah menjadi ayah. Keep struggling for our children better future. Mari menjadi org tua yg hebatt...
January 23, 2014
Starting to be deg2an...
Assalamualaikum,,,
Setelah last post yang terposting hampir 3 bulan lalu, tetiba teringat kalo punya piaraan di dunia maya. Huehue,,
Kemenong aja si neng?
Kagak kemana-mana si benernya. Ada kookk.. Cuman ya lagi ga inget ama blog, lebih tepatnya karena writing moodnya lagi ga standby. Kadang ad ide nulis, tapi berhubung ga langsung di tulis ya akhirnya melayang lagi deh tu idenya. hihi..
Posisi saya sekarang lagi di kota kelahiran saya, Malang. Kota kecintaan saya dan suami saya.
Kota dengan sejuta kenangan kita berdua. Aish.. kenapa jadi galau...
Angin lagi demen bertiup kenceng. Kalo kata Ibuk dan Bapak karena mau Imlek. Kata Ibuk udah bisa diprediksi, klo mau Imlek pasti banyak angin. *dan saya pun baru tau*
Dan kali ini usia kehamilan saya menginjak 34 minggu. Alhamdulillah, Subhanallah walhamdulillah. Istimewa rasanya. Campur aduk. Seneng, Excited, Bingung, Takut, semua campur jadi satu. Seneng karena ga lama lagi saya dan suami saya kedatangan tamu kecil hadiah dari Allah SWT. Excited menyambut kehadiran kado terindah, pengen cepet2 due date aja. Bingung karena gatau gimana rasanya mau melahirkan, gimana kontraksi itu, gimana caranya ngeden yang baik dan benar, hihih.. Takut, karena takut gabisa ini itu saat nanti kakak-wanna-be sudah lahir. Banyak ketakutan yang menghantui. But as long as I could believe in God, saya meyakinkan diri saja bahwa SAYA PASTI BISA.
Selama ini banyak ngobrol sama Ibu2 muda yang nglahirinnya masih fresh, masih dalam kurun waktu setahun kebelakang. Makin banyak ngobrol makin banyak pengetahuan, sekaligus makin banyak ketakutannya. Hahaha,,, Makin deg2an yang jelas. Penjelasan2 buibu muda itu kadang bikin deg2an luar binasa. *langsung kakak-wanna-be gerak di dlm. "Tenang bunda, Insyaallah semua lancar kok", mungkin gitu yang mau disampein kakak-wanna-be*.
Umur kehamilan menginjak 8,5 bulan. Perubahan yang terjadi udah cukup banyak. Berat badan udah menginjak kenaikan sebanyak 12 kg, tapi si kakak-wanna-be terakhir hasil USGnya masih 1,8 kg (jadi, berat badan saya itu?? sisanya ke emaknya gitu?? awawaw.. :D). Hasil USG terakhir ada lilitan tali pusat di leher, hiks. Tapi dsog-nya nyantai aja, katanya gapapa, yg penting dilihat saat mau lahir nanti. Selama bisa normal tetep akan diusahakan lahiran normal. Dsog-nyantai, emaknya ini yg sibuk ngajak ngomong kakak-wanna-be, "Kakak, klo gerak ati2 sama tali pusatnya yaa.. Kalo bisa, pelan2 tali pusat yg di leher kakak dilepas ya. Yang penting jangan sampe tali pusatnya bikin susah kakak di dalem yaa..." Gituuu terus,, Huhuhu... Semoga kakak-wanna-be baik2 aja di dalem ya kak. Bunda khawatir ama kakak.. Posisi terakhir alhamdulillah kepala udah di bawah. Pas USG 4D muka udah ga begitu terlihat jelas karena USGnya pas udah 8,5 bulan. Disarankan USG 4D itu di umur kehamilan 6-7 bulan, disaat air ketuban masih cukup banyak, dan ruang gerak baby di dalam masih cukup gede buat muter2. Kalo udah kyk saya kemaren, air ketubannya udah dikit karena babynya udah gede, otomatis ruang gerak juga udah terbatas. Sampe2 pas alat USG ditempelin di perut bagian bawah, di bagian kepala babynya, yg keliatan cuma bagian pipinya. Hihihi.. Posisinya baby lagi noleh kanan,blas mukanya gamau noleh, sampe di agak di goyang2 ama dokternya. Tp tetep, gamau noleh. Cuman tangannya pas nutupin mulut, gatau lagi ngenyot jari atao mau gerakan tutup mulut. Hehehe.. Hasil print out USG pun jadi ga maksimal. Ga keliatan muka secara jelas. Kata dokter cuman satu, "Ini pipinya tembem kayak Ibunya". Hahaha.. Gen tembemny udah nurun duluan ya Kak.. :D
Perubahan lain yang terjadi adalah kaki saya membengkak!! Ukuran sepatu udah naek 1 level. Perut makin maju dan terasa sangaaatt berat. Berasa mau diganjel aja perutnya, dipegangin terus. Berasa mau jatuh kadang2, haha, lebay.. Tidur udah susah, miring kanan salah, miring kiri salah, telentang berasa 'ngap', tengkurep udah ga mungkin. Tapi posisi yang disarankan memang tidur miring kiri dan kakinya ditekuk, kalo bisa si di ganjel juga. Perut yang makin maju makin balapan sama puser yang makin menonjol. Hahaha,, Kalo pz pake baju udah duluan yg keliatan pasti pusernya, berasa punya tombol. ;D
Usia kehamilan yang beda antara hasil itungan HPHT dan hasil USG kadang bikin harap2 cemas. Bedanya sekitar 2 mingguan. Otomatis beda prediksi due date donk. Jadi, pokoknya, harus siap brangcus ke RS kapanpun. Semoga waktunya tepat dan si Ayah-soon-to-be bisa datang tepat waktu, menemani saya dalam proses persalinan nantinya, mengadzani si kecil untuk pertama kalinya. Harapan terbesar saya seperti itu. Bismillah, ridhoilah keinginan saya Ya Allah. Aaaaamiin.. :)
Sehat ya Kak..
Kurang dikit lagi nanti ketemu Bunda n Ayah.
Bismillah.
Kuat, lancar, sehat.
We love you, Kak.
Life is like a RAINBOW .melifart.
November 26, 2013
The fabulous pregnancy....
Just wanna share about my wonderful pregnancy..
Bulan ke-1 : begitu telat harinya, lgsg udh ngerasain perbedaan kyk telat2 klo mau dapet. Seketika baca2 tanda2 kehamilan. Rata2 dr hasil browsing kok ya byk yg hampir mirip sama gejala yang aq rasa. Iseng2 ngajakin suami beli testpack. Langsung 2! Tapi beda jenis,cuman cara pakenya ya sama aja. HªhªhªhªHªhª =)) º°˚˚°Âº
Alasan kenapa beli 2? Jadi..saking penasarannya, yg satu mau dipake malem itu jg (soalnya pz beli itu mlm2). Dan yg satu lagi mau dipake sesuai anjuran, yg harusnya dipake saat bangun tidur di pagi hari. Hasilnya, yg test di malam hari sama pagi hari toh juga sama. Sama2 bergaris 2, walopun satu garisnya nampak samar2. Begitu tampak 2 garis, yg speechless ya aq. Suamiku? Saat itu hanya trsenyum dan bilang alhamdulillah. Blm trlalu yakin jg si kita berdua sblm periksa k dkter.
Periksa ke dokter pun masih harus tertunda gara2 ada acara outing kantor suami. K salah satu t4 rekreasi d Bogor. Alhasil gabisa nyobain wahana apapun di sana,,just walk around. Pulang dr sana lgsg cus ke dokter. Dan hasilnya adalah foto USG prtama yg mnyatakan umur kehamilan (UK) yg sudah menginjak kurleb 4 weeks. Kondisi saat itu sudah terbentuk kantung kehamilan. Just it.
Bulan ke-2 : entah kenapa di bulan ini kondisi badan mendadak melemah. Mualesnyaaa minta ampun. Makan ogah2an. Masak apalagi. Masuk dapur kliyengan. Lewat pasar liat sayuran mendadak mual. Nyium bau sabun yang wangi mualnya maksimal. Ngeliat sayur di iklan2 TV aja bisa eneg. Haha, lebay sangat! Belum lagi males mandi. Males bangun pagi. Subhanallah banget lah pokoknya. Semua mendadak ogah2an. Alhasil jadi sering nyatronin warung2 makan. Jadi sering bingung karena uangnya lebih cepet menipis karena gamau masak. Hihi. Yang kasian? Ya jelas suami saya... pardon me, ayah..
saat bulan ini kontrol ke dokter, hasil USG menunjukkan peningkatan. Selain kantung kehamilan, sudah ada bakal janin. Senangnya saya saat itu. Walopun masih bentuk satu titik putih yang amat kecil, tp begitu dokter bilang kalo itu bakal janin, saya senang. Subhanallah...
Bulan ke-3 : Masih tetep dengan kondisi yang sama dengan bulan sebelumnya. Mual disertai muntah tapi ga begitu sering. Cuman bbrp kali aja. Alhamdulillah g sampe yg tiap pagi muntah. Masih gamau makan sayur. Maunya makan sama yang kering2 atau lauk yg digoreng. Parahnya, gabisa minum susu. Begitu minum susu, bbrp saat kemudian pasti lgsg masuk kamar mandi. Di bulan ini sempat dilanda masuk angin hebat. Obatny ya dipijetin si ayah..hoho.. makasi ayaah..
Hasil kontrol bulan ini sudah trbentuk kepala, badan, kaki dan tangan. Udah gitu, sama dokter skalian dicek detak jantung. Begitu kedengeran suara detak jantungnya, rasanya pengen nangis. Terharu... Bunda-ayah ada buat kamu, kak.
Bulan ke-4 : Kemajuan signifikan ya ada di bulan ini. Perut udah mulai keliatan membuncit. Awal2 masi blm doyan maem. Tp tengah bulan sudah mau lagi menjamah dapur, masak dan makan. Di akhir bulan karena saya harus pulang kampung ke Malang, maka nafsu makan saya jadi makin hoott! Haha. Target suami saya adalah "pokoknya mulai bulan ini berat badan kudu nambah byk, kudu tmbh gendut". Sepertiny itu berhasil yah! Berat badan udah naek 6 kg dbnding sblm hamil. Tiap 3 jam krasa laper dan g jarang tiap 3 jam itulah saya makan. Aw..aw..aw.. Krn pz lg d Malang, jadi saya kontrol dokter bln ini ya di sini. Booking antrian di dokternya Ibuk saya jaman baheula. Yang dulu antrinya bisa sampe jm 2 mlm, dan trnyata sekarang pun masih. Booking bisa dilakukan sebulan sebelum. Bisa lgsg bisa by phone. Saya dftr 2minggu sblm, itu udh dpt nmr 13. Waw! Beliau adalah dr. Sutiyoso. Sampe bgitu d t4 praktek dokter, suster jaga n suster bantu sampe dokternya aja masi apal sma Ibuk n Bapak. Istimewaaaa....
Hasil USG menyatakan kakak pz d periksa lg posisi sungsang. Kepala di atas kaki di bawah. Tapi katanya itu normal d UK 4/5 bln. Tp ga berapa lama pz diperiksa itu krasa kakak sprtiny gerak, dan bnr aja, kta dokter USGnya "lho, lha kok skrg dy udh melintang aja". Hihi..kakak ini. Bikin dokternya bingung. Penjelasan lain saya lupa detailny. Tp yg jelas alhamdulillah sehat, normal, plasenta tdk menutup jalan lahir dan tdk ditemukan gejala kecacatan. Detak jantungpun normal. Walopun pz mau ngecek jenis kelamin masih belum bisa. Krn posisinya lg 'nylempit' kata dokternya. Dan insyaallah bulan depan bisa terdeteksi. Tetep Subhanallah.. teruslah tumbuh dengan sehat ya kak.. Bunda n ayah akan memberikan yg terbaik buat kakak, dengan bantuan Gusti Allah, kak... (dan kakak lgsg gerak di dlm sana).
Bulan ke 5 : Subhanallah kak..kamu udh 5 bulan aja. Alhamdulillah bgt selama ini ditemenin kamu. Kalo laper kamu gelitikin perut bunda. Klo abis makan kamu makin seru gelitikinnya. Kalo mau bubuk malem kmu juga nemenin bunda. Apalagi klo lg telponan sama ayah-soon-to-be, km pasti jg lgsg beraksi. Kadang kalo lg merhatiin km beraksi, perut bunda tiba2 jedut2 kliatan dr luar gt kak. Lucuuuunya km kak. Sabar ya kak.. bulan depan kamu bisa nendang2 ayah dr dalem sana. Hehe... Kondisi saya di bulan ini mulai cepet capek (teteup), kaki mulai sakit kalo bangun tidur, kalo kebanyakan berdiri bisa2 pusing n pandangan mata kabur. Pernah sekali pas waktu jalan2 ke pasar minggu sama ibuk. Jadi ceritanya Ibuk ngikut senam gratis yang lagi diadain di pasar minggu itu. Berhubung senamnya gerakannya aerobik, aq menhindari untuk ikutan. Takut malah kecapekan. Jadi saya menunggu dengan bersandar ke salang satu tiang pager, dengan posisi setengah duduk, dengan ditahan kaki. Lama kelamaan, tiba2 saya pusing gak tanggung2, pandangan mata kabur dan lamalama mulai menghitam, bisa denger suara di sebelah saya, tapi mata saya makin lama makin gelap diiringi pusing yang makin parah. Saya berusaha menguasai diri saya sendiri agar tidak jatuh dan pingsan. Saya lalu berkata dalam hati pada kakak-wanna-be, "Kak, kamu kenapa? ayo bantu Bunda ya. Jangan sampe Bunda pingsan. Ayo Kak, bantu Bunda, kuatkan Bunda.". Gak lama saya terduduk di tengah2 orang yang lagi senam. Lemes, pusing, dan berusaha mengendalikan diri. Sambil tertunduk saya terus berusaha berkomunikasi sama Kakak-wanna-be. And trust me, It's works! Gak lama, saya mulai kembali normal. Pusing berkurang, pandangan mata berangsur membaik, dan begitu bisa berdiri saya mencoba bangkit dan pindah lokasi duduk. Subhanallah banget deh... Kakak-wanna-be emang kesayangannya Bundaaaa.. Makasi ya Kak...
Bulan ke-6 : Uwaaaaaaaaaaaa... Sudah masuk di akhir trisemester keduaaaa... Perut sudah maju, pusernya gak mau kalah. Hahaha...Tendangan Kakak-wanna-be makin seru. Apalagi kalo siang menjelang sore. Bisa sampe kaget Bundanya. Berat badan udah naek sekitar 7-8 kg dr berat awal. Bagoooouuss...hihihi. Tapi banyak yg bilang ga keliatan kalo lagi hamil. Soalnya alhamdulillah ga terlalu bengkak dimana-mana, lebih maju di perut... dan pantat. Aaawww... :P Kakak-wanna-be juga suka banget kalo lagi diajak ngobrol ato dipegang sama ayah-soon-to-be. Langsung jedut-jedut, apalagi kalo mau bobok malem. Hasil USG terakhir, udah ketauan jenis kelaminnya, walo masih 70%. Alhamdulillah. Kondisi badan, sakit kakinya makin sering kerasa, sendi2 di tangan juga kadang linu2, backpain yang subhanallah (sampe kadang susah berdiri kalo abis duduk), tidur mulai bingung mau pake gaya apa, hahaha... Tapi semua saya jalani dengan hati gembiraaa... Bangun pagi seneng untuk menunggu jedutan dari kakak-wanna-be. Kalo jedutan ga kerasa, ato berkurang drastis gitu langsung paniikkk ga ketulungan. Langsung di towel-towel supaya gerak lagii. Bismillah sajaaaa... Sehat selalu ya kaaakk... Bunda-ayah love youuuuu.....