January 26, 2014

What we must think before.... married.

Apa yg perlu dipikirkan sblm menikah.

Seringkali pasangan yang akan menginjak status selanjutnya alias menikah, bertanya-tanya, apa aja sih yang kudu dipikirin atau direncanain?

Jujur aja ni, saya, yg lagi hamil 8 bln ini, sebelum nikah saya cuman mikir gimana carany ngumpulin uang buat bisa nikah ama pacar saya waktu itu, @alfanitumara yg saat ini sudah akan menjadi ayah-soon-to-be. Haha. Sesimpel itu doang. Padahal gaji hasil kerja ya ga banyak2 amat buat modal nikah. Apalagi klo bayar semua vendor sendiri rasanya mustahil. Bisa nunggu sampe lebaran monyet. Padahal saya jg gatau monyet2 itu lebaran apa gak. Sedangkan kedua pihak keluarga udah nentuin waktu nikah.

Seketika itu saya mikir bahwa  perencanaan keuangan untuk melangsungkan pernikahan adalah mutlak yang kudu direncanakan sematang-matangnya oleh kedua pihak. Mau total biaya pribadi atau butuh dukungan dana dr pihak lain, misal orang tua, sodara atau dukungan bank (berasa mau tender proyek aje, hihi).

Setelah saya menikah, barulah saya merasa "kemana aja si saya selama ini?". Baru saya sadari ternyata banyaaaakkk sekali yang terlewat (atau mungkin terlambat) untuk dipikirkan sebelum saya menikah. Malah mz @alfanitumara yang sudah siap dengan segala planningnya. Yaa... mgkin krn dia lelaki, dan pemikirannya dia akan menjadi kepala keluarga, penanggung jawab kehidupan istri dan anak2nya. Saya cukup berbahagia bersuamikan dia yang walopun ga detail, tapi dia bisa menentukan garis besar kmana kehidupan keluarganya akan dibawa. Miss you so, husb..

Hal yg selanjutnya kudu dipikirkan adalah runtutan umum yg dulu sepertinya sudah sangat akrab d telinga. Pikirkan mengenai kebutuhan SANDANG, PANGAN, PAPAN. Classic, but that's the deal. 3 kebutuhan pokok yang memang sangat2 pokok. Diluar itu? Nanti dulu lah ya... Dan menurut saya, yang paling pertama kudu di rencanakan adalah masalah PAPAN. Where we will live after marriage. Penting kan? Masak ya mau ngemper? Pikirkan dimana akan tinggal? Mau beli rumah kah, ngontrak kah, d rumah orang tua kah. Berapa biaya yang perlu dikeluarkan? Masukkan semua dalam tabulasi yang cukup detail. Simpan saja di file jika memungkinkan, jdi jika kita butuh untuk mengubah2nya bisa lebih mudah.
Setelahnya adalah urusan PANGAN. As a human, it will be need supply of feed. Ga ad yg ga butuh makan kan? It's important to think about it. Ga mikirin itu ya sama aje bunuh diri pelan2. *lebay. Pikirkan keuangan untuk pengeluaran tiap bulannya (belanja bulanan). Pikirkan juga alat2 penunjang pangan, yaah..dalam hal inj mungkin untuk yang ngontrak2 macem saya, atau yg beli rumah baru tp ga fully furnish. Otomatis beli2 kompor dan tetek bengeknya pasti bakal jadi perhitungan juga donk? (Jadi kepikiran d kontrakan baru apa aja yg belum punya, haha).
Setelah itu, baru mikirin ttg kebutuhan SANDANG. Buat saya, ini si bukan hal yang samat sangat mendesak buat di rencanakan. Mksudnya, kalopun ad budgetnya ya ga gede2 amat gitu lah. Wong ya belum tentu tiap bulan saya beli baju baru. Kecuali ad diskonan yng bikin ngiler. *lah,lak podo ae. :). Tp untungnya saya dan suami bukan tipe2 yang tiap bulan kudu beli baju ganti penampilan. Kalo ad yg lg butuh dibeli ya beli. Kalo ad yg murah dan bagus dan kepengen ya beli. Kalo ga ad yang sreg ya udah lempeng2 aja. Tapi tetep, prinsip suami saya, pokoknya klo ad yg sreg dan kepengen, beli aja. Gimana ga "ayem" punya suami kyk gt? Untung saya tau diri, klo ad brg bagus, kepengen, tp harga ga rasional ya saya cukup melipir saja. Hihi... *iki kok ndadak curhat. Jadi, perencanaan ttg sandang ttp kudu di adakan dalam tabulasi kebutuhan. Semisalnya pun tidak trpakai kan bisa dipakai untuk kebutuhan yg lain. Atau bisa juga di akumulasi untuk waktu selanjutnya.

Selanjutnya adalah spending money for having a baby. Menikah salah satu goalnya adalah mendapatkan keturunan, right? Maka dari itu, meskipun tidak detail, tapi setidaknya bicarakan dengan pasangan ttg menyisihkan uang untuk keperluan memiliki anak. Tidak perlu sedetail apa saja yang akan diperlukan saat punya anak. Tp sebagai langkah awal adalah mulai membicarakan berapa persentase yang akan disisihkan untuk keperluan ini. Karena menurut saya, keperluan bayi dan anak hari gini gila2an. Keperluannya udah ngalahin keperluan emak-bapaknya. Jadi, klo dr awal udah ad ancang2 prsiapan kan lumayan. Setidaknya ga perlu kaget nantinya dengan pengeluaran yang akan terjadi. *cukup saya yang terkaget2 dengan biaya2 itu. ;)

Satu hal yg mungkin cukup riskan dipikirkan. Adalah tentang pencarian nafkah antara suami dan istri. Riskan dan cenderung bisa membuat salah paham. Kondisinya berlaku ketika sebelum menikah, baik pihak wanita dan pihak pria sama2 bekerja. Istilahnya sama2 ngumpulin duit buat kelangsungan hidup selanjutnya. Hal yg perlu dibicarakan adalah komitmen dan kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Hal yg perlu di kompromikan harus dibahas secara tuntas dan jelas sebelum menikah. Sehingga, setelah menikah, ga ad lagi yg namanya gengsi2an, merasa sama2 tinggi, dan akhirnya keluarga jadi korban. Big no no !!

Jadi, bicarakan secara bijak, kepala dingin, baik2 dan tenang tentang kehidupan seperti apa yang akan kita bangun dan kita jalani nantinya, sayang? Karena kita yang akan merasakan, maka kita pulalah yang harus mengusahakan. Right? Memang, semua ada di tangan Sang Pemilik Hidup, Allah SWT. Tapi, Allah SWT juga suka org yg berusaha kan? Maka dari itu, berusahalah... lalu berdoa. Sisanya... berpasrahlah. :)

Tentang perjuangan...

Assalamualaikum...

Minggu yang cerah untuk malas2an.hihihi.. Cuaca di malang seharian ini cukup cerah, tanpa mendung, tpi mengandung angin yg cukup kenceng. Makin deket Imlek kali ya... *kata Ibuk n Bapak lho ya.

Pagi2 tdi sibuk d dapur masak Soto Ceker n Perkedel sampe pinggang senut2 rasanya. Maunya si ngenalin kakak-wanna-be untk brkegiatan di dapur. Maklum, kan prediksiny insyaallah cewek, so.. nantiny kan jg kudu nyemplung k dapur. Untuk menyenangkan suami tentunya. Hoho... *think too far.

Abis masak tpi lgsg ndelosoran, nntn tipi, baca majalah dan nylesein baca buku AyahASI. The recommended book for new-parent-wanna-be, khususnya buat ayah/bapak/abi/abah/father/papa soon to be dimanapun kalian berada. Dukunglah istri kalian untuk memberikan ASI Eksklusif untuk anak2 kalian, generasi penerus kalian, agar punya imun yang kuat... Saya, adlah seorang calon ibu (aaaaamiin) yang sedang berjuang, mencari informasi sebanyak2nya tntang pemberian ASI pada calon anak saya nantinya. Saya berharap bisa memberikan ASI Eksklusif, dan jika diberikan rejeki oleh Allah bisa sampe anak usia 2 tahun. Aaaaamin lagi..

Saya memang belum membuktikan kekuatan cairan ajaib yang bernama ASJ itu. Saya jg belum bisa praktek ttg pemberian ASI. Tp saya hanya berharap, berusaha dan berdoa, agar saya siap dan mampu melewati tiap fase yang dijabarkan dalam setiap artikel ataupun hal2 yg saya baca ttg pemberian ASI.

Saya yakin, Allah telah memberikan seorang wanita dengan segala kesempurnaannya. Bayangkan saja, bagaimana seorang wanita dapat mengandung, membawa serta janin bersamanya dlm kurun waktu 9 bulan. Kekuatan perut untuk memberikan ruang gerak pada janin. Menahan rasa sakit, nyeri, dan segala yang menghambat gerak dan kegiatannya. Merelakan waktunya tersita untuk sekedar ngobrol dengan calon bayinya yang bahkan masih belum bisa dia lihat. Melahirkan dan menahan sakit yang luar biasa (katanya sih, soalnya fase ini blm saya hadapi. Haha) demi lahirnya buah hati yang diidam2kan. Menyusui dengan segala suka duka dalam perjuangannya. Dan mendampingi anaknya bertumbuh dewasa.

Tapi saya juga yakin. Ada peran ayah sebagai suami di sana. Ayah yang selalu ada di samping wanita2 bertajuk Ibu/bunda/mama/emak/umi itu. Berapapun persentasenya, bukan masalah. Yang jelas akan selalu ad peran suami di dalam perjuangan seorang istri. Suami yang akan terus berjuang mencari nafkah bagi istri dan anaknya. Suami yang akan terus ada untuk istrinya saat dibutuhkan. Suami yang siap dijadikan tempat sampah bagi istri dan anaknya. Suami yang rela berkorban apapun demi kebahagiaan istri dan anaknya. Serta ayah yang siap bangun tengah malam untuk menggantikan popok anaknya, meredakan tangis anaknya, membantu istriny saat menyusui anakny d tengah malam. Aaahh.. mendadak sangat merindukan @alfanitumara. :(

Semangat terus calon2 ibu, dan yg sudah menjadi ibu. Semangat pula calon2 ayah dan yg sudah menjadi ayah. Keep struggling for our children better future. Mari menjadi org tua yg hebatt...

January 23, 2014

Starting to be deg2an...

Yeihaa..
Assalamualaikum,,,
Setelah last post yang terposting hampir 3 bulan lalu, tetiba teringat kalo punya piaraan di dunia maya. Huehue,,
Kemenong aja si neng?
Kagak kemana-mana si benernya. Ada kookk.. Cuman ya lagi ga inget ama blog, lebih tepatnya karena writing moodnya lagi ga standby. Kadang ad ide nulis, tapi berhubung ga langsung di tulis ya akhirnya melayang lagi deh tu idenya. hihi..

Posisi saya sekarang lagi di kota kelahiran saya, Malang. Kota kecintaan saya dan suami saya.
Kota dengan sejuta kenangan kita berdua. Aish.. kenapa jadi galau...
Angin lagi demen bertiup kenceng. Kalo kata Ibuk dan Bapak karena mau Imlek. Kata Ibuk udah bisa diprediksi, klo mau Imlek pasti banyak angin. *dan saya pun baru tau*

Dan kali ini usia kehamilan saya menginjak 34 minggu. Alhamdulillah, Subhanallah walhamdulillah. Istimewa rasanya. Campur aduk. Seneng, Excited, Bingung, Takut, semua campur jadi satu. Seneng karena ga lama lagi saya dan suami saya kedatangan tamu kecil hadiah dari Allah SWT. Excited menyambut kehadiran kado terindah, pengen cepet2 due date aja. Bingung karena gatau gimana rasanya mau melahirkan, gimana kontraksi itu, gimana caranya ngeden yang baik dan benar, hihih.. Takut, karena takut gabisa ini itu saat nanti kakak-wanna-be sudah lahir. Banyak ketakutan yang menghantui. But as long as I could believe in God, saya meyakinkan diri saja bahwa SAYA PASTI BISA.

Selama ini banyak ngobrol sama Ibu2 muda yang nglahirinnya masih fresh, masih dalam kurun waktu setahun kebelakang. Makin banyak ngobrol makin banyak pengetahuan, sekaligus makin banyak ketakutannya. Hahaha,,, Makin deg2an yang jelas. Penjelasan2 buibu muda itu kadang bikin deg2an luar binasa. *langsung kakak-wanna-be gerak di dlm. "Tenang bunda, Insyaallah semua lancar kok", mungkin gitu yang mau disampein kakak-wanna-be*.

Umur kehamilan menginjak 8,5 bulan. Perubahan yang terjadi udah cukup banyak. Berat badan udah menginjak kenaikan sebanyak 12 kg, tapi si kakak-wanna-be terakhir hasil USGnya masih 1,8 kg (jadi, berat badan saya itu?? sisanya ke emaknya gitu?? awawaw.. :D). Hasil USG terakhir ada lilitan tali pusat di leher, hiks. Tapi dsog-nya nyantai aja, katanya gapapa, yg penting dilihat saat mau lahir nanti. Selama bisa normal tetep akan diusahakan lahiran normal. Dsog-nyantai, emaknya ini yg sibuk ngajak ngomong kakak-wanna-be, "Kakak, klo gerak ati2 sama tali pusatnya yaa.. Kalo bisa, pelan2 tali pusat yg di leher kakak dilepas ya. Yang penting jangan sampe tali pusatnya bikin susah kakak di dalem yaa..." Gituuu terus,, Huhuhu... Semoga kakak-wanna-be baik2 aja di dalem ya kak. Bunda khawatir ama kakak.. Posisi terakhir alhamdulillah kepala udah di bawah. Pas USG 4D muka udah ga begitu terlihat jelas karena USGnya pas udah 8,5 bulan. Disarankan USG 4D itu di umur kehamilan 6-7 bulan, disaat air ketuban masih cukup banyak, dan ruang gerak baby di dalam masih cukup gede buat muter2. Kalo udah kyk saya kemaren, air ketubannya udah dikit karena babynya udah gede, otomatis ruang gerak juga udah terbatas. Sampe2 pas alat USG ditempelin di perut bagian bawah, di bagian kepala babynya, yg keliatan cuma bagian pipinya. Hihihi.. Posisinya baby lagi noleh kanan,blas mukanya gamau noleh, sampe di agak di goyang2 ama dokternya. Tp tetep, gamau noleh. Cuman tangannya pas nutupin mulut, gatau lagi ngenyot jari atao mau gerakan tutup mulut. Hehehe.. Hasil print out USG pun jadi ga maksimal. Ga keliatan muka secara jelas. Kata dokter cuman satu, "Ini pipinya tembem kayak Ibunya". Hahaha.. Gen tembemny udah nurun duluan ya Kak.. :D

Perubahan lain yang terjadi adalah kaki saya membengkak!! Ukuran sepatu udah naek 1 level. Perut makin maju dan terasa sangaaatt berat. Berasa mau diganjel aja perutnya, dipegangin terus. Berasa mau jatuh kadang2, haha, lebay.. Tidur udah susah, miring kanan salah, miring kiri salah, telentang berasa 'ngap', tengkurep udah ga mungkin. Tapi posisi yang disarankan memang tidur miring kiri dan kakinya ditekuk, kalo bisa si di ganjel juga. Perut yang makin maju makin balapan sama puser yang makin menonjol. Hahaha,, Kalo pz pake baju udah duluan yg keliatan pasti pusernya, berasa punya tombol. ;D

Usia kehamilan yang beda antara hasil itungan HPHT dan hasil USG kadang bikin harap2 cemas. Bedanya sekitar 2 mingguan. Otomatis beda prediksi due date donk. Jadi, pokoknya, harus siap brangcus ke RS kapanpun. Semoga waktunya tepat dan si Ayah-soon-to-be bisa datang tepat waktu, menemani saya dalam proses persalinan nantinya, mengadzani si kecil untuk pertama kalinya. Harapan terbesar saya seperti itu. Bismillah, ridhoilah keinginan saya Ya Allah. Aaaaamiin.. :)

Sehat ya Kak..
Kurang dikit lagi nanti ketemu Bunda n Ayah.
Bismillah.
Kuat, lancar, sehat.
We love you, Kak.

Life is like a RAINBOW .melifart.

November 26, 2013

The fabulous pregnancy....

Hollaaa...
Just wanna share about my wonderful pregnancy..
Bulan ke-1 : begitu telat harinya, lgsg udh ngerasain perbedaan kyk telat2 klo mau dapet. Seketika baca2 tanda2 kehamilan. Rata2 dr hasil browsing kok ya byk yg hampir mirip sama gejala yang aq rasa. Iseng2 ngajakin suami beli testpack. Langsung 2! Tapi beda jenis,cuman cara pakenya ya sama aja. HªhªhªhªHªhª =)) º°˚˚°º
Alasan kenapa beli 2? Jadi..saking penasarannya, yg satu mau dipake malem itu jg (soalnya pz beli itu mlm2). Dan yg satu lagi mau dipake sesuai anjuran, yg harusnya dipake saat bangun tidur di pagi hari. Hasilnya, yg test di malam hari sama pagi hari toh juga sama. Sama2 bergaris 2, walopun satu garisnya nampak samar2. Begitu tampak 2 garis, yg speechless ya aq. Suamiku? Saat itu hanya trsenyum dan bilang alhamdulillah. Blm trlalu yakin jg si kita berdua sblm periksa k dkter.
Periksa ke dokter pun masih harus tertunda gara2 ada acara outing kantor suami. K salah satu t4 rekreasi d Bogor. Alhasil gabisa nyobain wahana apapun di sana,,just walk around. Pulang dr sana lgsg cus ke dokter. Dan hasilnya adalah foto USG prtama yg mnyatakan umur kehamilan (UK) yg sudah menginjak kurleb 4 weeks. Kondisi saat itu sudah terbentuk kantung kehamilan. Just it.
Bulan ke-2 : entah kenapa di bulan ini kondisi badan mendadak melemah. Mualesnyaaa minta ampun. Makan ogah2an. Masak apalagi. Masuk dapur kliyengan. Lewat pasar liat sayuran mendadak mual. Nyium bau sabun yang wangi mualnya maksimal. Ngeliat sayur di iklan2 TV aja bisa eneg. Haha, lebay sangat! Belum lagi males mandi. Males bangun pagi. Subhanallah banget lah pokoknya. Semua mendadak ogah2an. Alhasil jadi sering nyatronin warung2 makan. Jadi sering bingung karena uangnya lebih cepet menipis karena gamau masak. Hihi. Yang kasian? Ya jelas suami saya... pardon me, ayah..
saat bulan ini kontrol ke dokter, hasil USG menunjukkan peningkatan. Selain kantung kehamilan, sudah ada bakal janin. Senangnya saya saat itu. Walopun masih bentuk satu titik putih yang amat kecil, tp begitu dokter bilang kalo itu bakal janin, saya senang. Subhanallah...
Bulan ke-3 : Masih tetep dengan kondisi yang sama dengan bulan sebelumnya. Mual disertai muntah tapi ga begitu sering. Cuman bbrp kali aja. Alhamdulillah g sampe yg tiap pagi muntah. Masih gamau makan sayur. Maunya makan sama yang kering2 atau lauk yg digoreng. Parahnya, gabisa minum susu. Begitu minum susu, bbrp saat kemudian pasti lgsg masuk kamar mandi. Di bulan ini sempat dilanda masuk angin hebat. Obatny ya dipijetin si ayah..hoho.. makasi ayaah..
Hasil kontrol bulan ini sudah trbentuk kepala, badan, kaki dan tangan. Udah gitu, sama dokter skalian dicek detak jantung. Begitu kedengeran suara detak jantungnya, rasanya pengen nangis. Terharu... Bunda-ayah ada buat kamu, kak.
Bulan ke-4 : Kemajuan signifikan ya ada di bulan ini. Perut udah mulai keliatan membuncit. Awal2 masi blm doyan maem. Tp tengah bulan sudah mau lagi menjamah dapur, masak dan makan. Di akhir bulan karena saya harus pulang kampung ke Malang, maka nafsu makan saya jadi makin hoott! Haha. Target suami saya adalah "pokoknya mulai bulan ini berat badan kudu nambah byk, kudu tmbh gendut". Sepertiny itu berhasil yah! Berat badan udah naek 6 kg dbnding sblm hamil. Tiap 3 jam krasa laper dan g jarang tiap 3 jam itulah saya makan. Aw..aw..aw.. Krn pz lg d Malang, jadi saya kontrol dokter bln ini ya di sini. Booking antrian di dokternya Ibuk saya jaman baheula. Yang dulu antrinya bisa sampe jm 2 mlm, dan trnyata sekarang pun masih. Booking bisa dilakukan sebulan sebelum. Bisa lgsg bisa by phone. Saya dftr 2minggu sblm, itu udh dpt nmr 13. Waw! Beliau adalah dr. Sutiyoso. Sampe bgitu d t4 praktek dokter, suster jaga n suster bantu sampe dokternya aja masi apal sma Ibuk n Bapak. Istimewaaaa....
Hasil USG menyatakan kakak pz d periksa lg posisi sungsang. Kepala di atas kaki di bawah. Tapi katanya itu normal d UK 4/5 bln. Tp ga berapa lama pz diperiksa itu krasa kakak sprtiny gerak, dan bnr aja, kta dokter USGnya "lho, lha kok skrg dy udh melintang aja". Hihi..kakak ini. Bikin dokternya bingung. Penjelasan lain saya lupa detailny. Tp yg jelas alhamdulillah sehat, normal, plasenta tdk menutup jalan lahir dan tdk ditemukan gejala kecacatan. Detak jantungpun normal. Walopun pz mau ngecek jenis kelamin masih belum bisa. Krn posisinya lg 'nylempit' kata dokternya. Dan insyaallah bulan depan bisa terdeteksi. Tetep Subhanallah.. teruslah tumbuh dengan sehat ya kak.. Bunda n ayah akan memberikan yg terbaik buat kakak, dengan bantuan Gusti Allah, kak... (dan kakak lgsg gerak di dlm sana).
Bulan ke 5 : Subhanallah kak..kamu udh 5 bulan aja. Alhamdulillah bgt selama ini ditemenin kamu. Kalo laper kamu gelitikin perut bunda. Klo abis makan kamu makin seru gelitikinnya. Kalo mau bubuk malem kmu juga nemenin bunda. Apalagi klo lg telponan sama ayah-soon-to-be, km pasti jg lgsg beraksi. Kadang kalo lg merhatiin km beraksi, perut bunda tiba2 jedut2 kliatan dr luar gt kak. Lucuuuunya km kak. Sabar ya kak.. bulan depan kamu bisa nendang2 ayah dr dalem sana. Hehe... Kondisi saya di bulan ini mulai cepet capek (teteup), kaki mulai sakit kalo bangun tidur, kalo kebanyakan berdiri bisa2 pusing n pandangan mata kabur. Pernah sekali pas waktu jalan2 ke pasar minggu sama ibuk. Jadi ceritanya Ibuk ngikut senam gratis yang lagi diadain di pasar minggu itu. Berhubung senamnya gerakannya aerobik, aq menhindari untuk ikutan. Takut malah kecapekan. Jadi saya menunggu dengan bersandar ke salang satu tiang pager, dengan posisi setengah duduk, dengan ditahan kaki. Lama kelamaan, tiba2 saya pusing gak tanggung2, pandangan mata kabur dan lamalama mulai menghitam, bisa denger suara di sebelah saya, tapi mata saya makin lama makin gelap diiringi pusing yang makin parah. Saya berusaha menguasai diri saya sendiri agar tidak jatuh dan pingsan. Saya lalu berkata dalam hati pada kakak-wanna-be, "Kak, kamu kenapa? ayo bantu Bunda ya. Jangan sampe Bunda pingsan. Ayo Kak, bantu Bunda, kuatkan Bunda.". Gak lama saya terduduk di tengah2 orang yang lagi senam. Lemes, pusing, dan berusaha mengendalikan diri. Sambil tertunduk saya terus berusaha berkomunikasi sama Kakak-wanna-be. And trust me, It's works! Gak lama, saya mulai kembali normal. Pusing berkurang, pandangan mata berangsur membaik, dan begitu bisa berdiri saya mencoba bangkit dan pindah lokasi duduk. Subhanallah banget deh... Kakak-wanna-be emang kesayangannya Bundaaaa.. Makasi ya Kak...
Bulan ke-6 : Uwaaaaaaaaaaaa... Sudah masuk di akhir trisemester keduaaaa... Perut sudah maju, pusernya gak mau kalah. Hahaha...Tendangan Kakak-wanna-be makin seru. Apalagi kalo siang menjelang sore. Bisa sampe kaget Bundanya. Berat badan udah naek sekitar 7-8 kg dr berat awal. Bagoooouuss...hihihi. Tapi banyak yg bilang ga keliatan kalo lagi hamil. Soalnya alhamdulillah ga terlalu bengkak dimana-mana, lebih maju di perut... dan pantat. Aaawww... :P Kakak-wanna-be juga suka banget kalo lagi diajak ngobrol ato dipegang sama ayah-soon-to-be. Langsung jedut-jedut, apalagi kalo mau bobok malem. Hasil USG terakhir, udah ketauan jenis kelaminnya, walo masih 70%. Alhamdulillah. Kondisi badan, sakit kakinya makin sering kerasa, sendi2 di tangan juga kadang linu2, backpain yang subhanallah (sampe kadang susah berdiri kalo abis duduk), tidur mulai bingung mau pake gaya apa, hahaha... Tapi semua saya jalani dengan hati gembiraaa... Bangun pagi seneng untuk menunggu jedutan dari kakak-wanna-be. Kalo jedutan ga kerasa, ato berkurang drastis gitu langsung paniikkk ga ketulungan. Langsung di towel-towel supaya gerak lagii. Bismillah sajaaaa... Sehat selalu ya kaaakk... Bunda-ayah love youuuuu.....

October 23, 2013

Take a chance then take a risk..

Assalamualaikuuuummm...

Pagi yg cukup cerah, walopun td sempat digelayuti (uopoooo iki..) mendung tipis.

Ngeblog sambil ditemenin kakak yg sepertiny lagi laper. Krn udh gelitikin mulu drtd. Tapi emaknya masi males beranjak makan. Bntr ya kak.. hold on for a minute. Нĭ°°~нĭ°°~нĭ ~°°нĭ~°°

Sepagi ini tiba2 teringat little chat w/ @fiyash minggu kmrn. Saat itu dy bingung krn dy lolos administrasi bbrp tes untuk CPNS. Dan ada satu instansi yg dimana dy lolos admin jg, lokasinya di Surabaya, dan diharuskan untuk mengambil berkasnya sendiri disana.

Yang dia ungkapkan adalah kebingungannya apakah mau diambil ato enggak. Dan seketika itu juga saya mendorongnya untuk tetap mengambilnya. Toh ini masi tahap sangat awal. Administrasi. Masih banyak tahapan sampe menuju hasil tes akhir. Namun keberatan yg dia ungkapkan adalah bahwa instansi ini bukan bidang yang merupakan 'passion'nya dia. Saya malah makin semangat mendorongny untuk mengambil kesempatan itu. Lha wong untuk lolos admin aja harus ngalahin byk org kok. Masak bgitu ad ksmpatan malah dibuang bgitu aja. Karena saat itu, yg terlintas di pikiran saya adalah : "Kerja itu BUKAN SELALU masalah passion, tapi kesempatan dan keberuntungan-pun bermain di dalamnya". Jadi bagi saya, bekerja atau katakanlah mencari rejeki itu kadang awalnya bukan passion kita, bukan keahlian kita, bukan bidang kita, dan juga kadang bukan pekerjaan yang di latar belakangi oleh pendidikan kita sebelumnya. Tapi semuanya dimulai dengan kata mencoba dan ambil resiko. Entah hasilnya positif atau negatif, tapi setidaknya sudah pernah mencoba, sudah punya pengalaman. Hasil akhir ya tergantung kita sendiri. Buat senyaman mungkin saja. Tentu saja dengan bantuan Gusti Allah lah ya..

Seketika itu saya berkaca. sahabat saya ini sedang dalam penggarapan thesis S2-ny d salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Dengan ilmu lebih yang dia punya, dia bisa mengembangkan segala pengetahuan yang telah dia dapat untuk menjadikannya mendapatkan pekerjaan yang dia mau. Banyakny ksempatan yang dimilikinya jg harus dimanfaatkan dengan baik. Banyak org yg g seberuntung kamu loh, teman. As a housewife, saya, ga punya kesempatan sebanyak kamu. So, manfaatin kesempatan sekecil apapun. Take a chance then take a risk... :)

Life is like a RAINBOW.
-melifART-