September 13, 2012

I choose the silent!

Saya memilih diam.
No comment.
Karena saya tidak berani membayangkan kemungkinan terburuknya.
Mencoba menerka apa yang akan terjadi saja saya sudah ngeri.
Hmm...
Itulah mengapa saya lebih memilih untuk diam.
Dan jika nanti terjadi sesuatu (dan semoga tidak), saya akan lebih membungkam.
:(

Life is like a RAINBOW .melifart.

August 14, 2012

Ibu, Bapak.. Anakmu ini beranjak dewasa..

Banyak hal yang harus diungkapkan kepada orang tuaku nanti.
Selepas lebaran.
Banyak tangis yang harus diredam untuk sanggup mengatakannya.
Ataupun mungkin banyak tangis yang akan terurai saat aku berusaha mengungkapkan rencana hidupku.
Anak semata wayang kalian ini beranjak dewasa Ibuk, Bapak.
Aku ingin mengungkapkan keinginanku untuk menikah, kuliah lagi sesuai dengan apa yang kalian inginkan, tetapi masih ingin bekerja.
Semua harus di omongkan dengan kalian berdua kan?
Semua butuh penyelesaian dari kalian berdua kan?
Aq ingin seperti ini. Seperti itu. Tapi kalian adalah penentu masa depanku. Restu kalian adalah segalanya.

Keinginanku untuk meneruskan kuliah, seperti apa yang diinginkan Bapak sejak lama.
Bapak yang selalu ingin anaknya sukses. Melebihi beliau.
Dan Bapak pula yang menganggap bahwa saat ini jenjang pendidikan yang lebih tinggi saat ini lebih menjanjikan. Namun kadang aq berpikir bahwa tidak seperti itu.
Aq yang kadang hidup dengan keputusanku sendiri. Mengambil jalan hidupku sendiri. Jarang melibatkan keputusan orang tua dalam keputusanku. Yang ada aQ memutuskan terlebih dahulu, kemudian aQ "mem-brain-storming" orang tuaku untuk menyetujui keputusanku. Oh Tuhan, selama ini aQ kurang ajar sekali? Maafkan aQ Bapak.. :(

Namun kini, bukan hanya kuliah lagi saja yang ada di pikiranku. Kuliah, kerja dan MENIKAH.
Ya.
Kata ketiga saat ini menguasai hampir separuh isi otakku.
Kesepian yang kadang menyergap, selalu membawa pikiranku kesana.
Membawa khayalan bahwa aQ sudah ada dalam keluarga baruku. Kecil tapi hangat.
Suami yang selalu memberikan semangat, ada dalam setiap kesepianku. Fiuh.

Membayangkan masalah pernikahan adalah hal yang membuat aQ semakin galau.
Terutama, episode dimana membahas masalah ini dengan Mz.
Finally dengan sempurna, air mata jatuh tak tertahankan.
Dan pikiran saya melayang kepada kedua orangtuaku.
Bagaimana aQ harus membicarakan ini dengan mereka? Sedangkan aQ harus memenuhi keinginan-keinginan mereka sebelum aQ menikah.
Seketika aQ membayangkan scene seperti ini :
aQ duduk di depan mereka.
Menyiapkan kata-kata untuk memulai percakapan.
Belum sempat aQ menyampaikan keinginanku, air mataku terjatuh terlebih dahulu.
Selanjutnya aQ berlari menghambur ke pelukan Ibu dan Bapak.
Dengan isakan, aQ berbicara terbata-bata.
Mengutarakan semua keinginan, menyampaikan pertanyaan, dan meminta solusi dan jawaban.
Aaaahh,,
Menulis dan membayangkannya saja sudah membuatku berkaca-kaca.
Dan memikirkan itu membuat aQ berpikir bagaimana aq harus menata hidupku selanjutnya.
Life plan masi berjalan 50% untuk tahun ini.
There's still 50% to get. And can it done for this year?
Hmm... Just see.. :)
Bismillah..

Life is like a RAINBOW .melifart.

August 7, 2012

Tersiksa RINDU

Perjalanan kami sudah berjalan lebih dari 1 tahun. Hampir 1 tahun lebih 5 bulan.
A lot of things I've learn.
Aq mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sejak menjadi seseorang yang mendampinginya.
Melewati hari bersamanya.
Meskipun kini kami masih terpisah jarak, ruang dan waktu.
Dan keterpisahan kami pun banyak menghadirkan cerita, tawa, tangis, dan RINDU.

A lot of story, a lot of learning.
Cerita ketika kami sama-sama merasakan kegalauan yang amat sangat karena jarak yang memisahkan kami. Membuat kami hanya bisa saling mendengarkan suara via hape kembar kami. Dan tak jarang saya harus menangis. Menangis disiksa rindu. (Aish...). Sama seperti yang saya lakukan saat saya merindukan ibu, bapak dan rumah. Hanya bedanya ketika saya kangen ibu atau bapak, saya cuman bisa SMS. Kalo telpon pasti ga bisa ngomongnya. Nangis dluan.. :P

Cerita mengalir begitu saja. Termasuk ketika kami dipertemukan oleh weekend. Ketika mz tidak ada overtime work, dan mz rela menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam untuk menemuiku. (Ya ALLAH, sungguh aq selalu merasa beruntung karena ini..). Waktu yang kami habiskan berjalan begitu cepat hingga akhirnya sore menjelang. Seketika badanku begitu berat melangkah. Berat berpisah dengannya. Seketika itu pula kami bersedih karena lagi-lagi akan disiksa rindu.

Cerita terpisahnya jarak kami, terisi dengan berbagai alunan cerita.
Tawa ketika kami bertemu.
Galau ketika kami lama disiksa rindu.
Sedih karena weekend tak kunjung datang.
Terharu ketika mz mengirimkan kata-kata sayangnya, kata-kata kangennya, kata-kata yang membuat saya tiba-tiba senyum sendiri.
Aaah,, saya merasa so lovable menjadi pacarnya.
Dan saya berharap bisa menjadi pendamping hidupnya, segera dan selamanya. AMIN. :)
Meski kini saya harus disiksa rindu yang seringkali membuat saya sangat tersiksa.
Tapi semoga perjuangan kami indah pada akhirnya.


Life is like a RAINBOW .melifart.

July 22, 2012

Jamannya #nomention

Semakin hari seprtinya kita makin tenggelam dalam sebuah kemunafikan.
Hidup di jaman yang lebih suka ngmg d belakang.
Hidup di eranya #nomention.
Hidup di jaman yang serba bikin geram.

Secara kasat mata..hal2 spti itu nyata d dpan mata kita.
Orang2 d sekeliling kita pun mungkin pernah melakukanny.
Bukan bermaksud suudzon..cm yah, that's the fact.

Ga jarang saya pun termasuk d antaranya.
Dan saya sadar..itu kadang2 mengalir begitu saja.
Mungkin saya kurang bersabar.
Kurang sering bersyukur.
Fiuh...
Dan saya selalu mencoba diam, untuk menahan semua hawa nafsu saya. Hawa nafsu untuk mencela mksdnya.
Tp klo udh kelewatan ya kadang masi suka nyerocos juga si. *nyengir

(  ̄^ ̄)з...
Semoga اَللّهُ  masi senantiasa mengingatkan saya.
Menegur saya jika saya kelewatan..
:)

*life is like a RAINBOW*
.melifART.

July 11, 2012

Bosan

Terkadang kita seringkali dihadapkan δεηgαη sesuatu yg namanya bosan.
Sebuah rasa dimana sepertinya kita terlalu lama berhadapan dengan sesuatu, tapi kita tidak sepenuhnya bahagia δεηgαη itu.
YA! Perlu digarisbawahi.... TIDAK SEPENUHNYA BAHAGIA.
Karena in my humble opinion, rasa bosan itu ada karena kita merasa bahwa kita tidak nyaman δεηgαη apa yg kita hadapi.
Tidak nyaman itu bisa saja sama dengan tidak suka..tidak senang..males..insecure..
Hingga sampai suatu saat..kita merasa bahwa hampir menyerah.
Tapi kita tetap harus berjuang melawannya.
Melawan rasa mnyerah.
Melawan karena memang harus..
Namun kadangkala kita juga tidak perlu melawan.
Karena diri kita sendiri pun akan menyembuhkanny dengan natural.

Contohnya saya.
Saya pernah sangat bosan δεηgαη yg namanya jejaring sosial.
Hingga saya pernah tidak mengunjungi akun saya beberapa lama.
Namun saya tidak berusaha untuk melawan rasa bosan itu.
Dengan sendirinya, saya kembali membuka akun saya.
∂άn rasanya,biasa saja. Tidak terjadi kebosanan seprti yg dluny saya rasakan.

Contoh kedua..
Adalah dimana suatu hari..di kantor.
Ada deadline yg harus dikejar (∂άn dikerjakan tentunya).
Yang hrus dilakukan seabrek..tapi waktu yg diberikan saya rasa sangat mepet. Sang pemberi tugas pun cerewet dab seolah menganggap pekerjaan ini ringan.
2 hari..dengan pekerjaan yg runtutannya belibet, ∂άn hrus melakukannya untuk beberapa proyek.
Mencoba utk ttp  semangat.  (҂˘̀^˘́)9 
Tapi begitu h-1..saya masih mnylesaikan sekitar 50% pkrjaan saya.
Pdhl sudah dibantu lembur.
Tiba2 saya stuck! Otak saya sama sekali gbs mikir. Blank.
Bosan, δεηgαη apa yg dihadapi d dpn monitor.
Bosan dengan kata2 sang pemberi tugas yg g makin membantu malah makin bikin rusuh.
Tetapi pada akhirny saya HARUS melawan rasa bosan.
Karena ya memang harus.
Klo g dilawan ya g slese.
Bisa malah lebih parah efek ke saya.
meskipun kudu ngos2an nyleseinnya.
(*´ο`*)=3

Melifart
.life is like a RAINBOW.